dutapublik.com, BEKASI – Seorang warga yang berjualan kelontong di Kampung Gandaria RT01/02, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi menjadi korban hipnotis, uang sebesar Rp5.750.000.-dibawa oleh pelaku.
Kejadian bermula seseorang yang berpakaian seragam loreng datang ke warung korban untuk membeli roko serta kopi bahkan sekaligus memesan mi instan.
“Bu saya beli rokok dan mesen kopi 10 di plastik buat yang lagi Vaksin, soalnya ini lagi ada yang vaksin dan saya minta di rebusin mie saya lapar ni bu,” kata pelaku yang diceritakan oleh Narsih, korban hipnotis Sabtu (2/4).
Setelah terduga pelaku hipnotis memesan, kemudian korban langsung menyeduhkan kopi dan merebus mie tersebut, lalu pelaku tersebut izin numpang ke toilet yang ada di rumah korban.
“Saya langsung seduh kopi dan rebus mi lalu orang itu izin buang air kecil , setelah dari toilet orang tersebut minta menukar uang Rp100 ribuan ke saya walaupun saya belum menyeduh kopi dan rebus mie tapi saya pergi ke kamar dan mengambil uang Rp50 ribuan dua lembar tukaran, dan saya kasihkan ke orang tersebut. Setelah itu saya terus melanjutkan kembali menyeduh kopi dan merebus mie pesannya. Dan orang tersebut pun kembali minta izin lagi ke toilet mau buang air besar dan saya izinkan. Kemudian orang tersebut menghampiri saya, yang sedang menyeduh kopi dan merebus mie, dia bilang Bu saya mau ke desa dulu sudah di telpon oleh lurah dan nanti saya balik lagi,” kara korban hipnotis.
Dengan gelagat yang mencurigakan dari awal karena orang tersebut mesan rebus mie dan kopi sampai ikut ke dalam warung, seketika korban langsung melihat uangnya yang hasil mengumpulkan dari berjualan sebanyak Rp 5.750.000 yang disimpan di tempat tidur bawah bantal sudah hilang.
Korban yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke RW setempat. Hal tersebut dibenarkan oleh Olim selaku RW di Wilayah Desa Cipayung.
“Pantauan saya ini kejadian sudah empat warung yang kena hipnotis oleh oknum yang sama memakai baju seragam loreng mirip dengan seragam TNI. Nah yang paling besar uangnya yang diambil pelaku yaitu Ibu Tarsih yang lainnya hanya 100 rebuan,” kata RW Olim.
“Saya pesan ke warga Desa Cipayung kalau ada oknum seperti itu agar dipantau dan kalau bisa langsung panggil RT atau RW serta tetangga agar orang tersebut ditangkap karena ini sudah meresahkan warga,” tutur RW Olim saat melihat kondisi ibu Narsih kejadian tersebut.
Sementara itu, H. Ajan Kepala Desa Cipayung saat dikonfirmasi via WhatsApp membenarkan perihal ada warganya yang menjadi korban hipnotis. Dirinya sangat menyesalkan atas kejadian yang menimpa warganya tersebut dan dirinya juga menghimbau untuk masyarakat khususnya Desa Cipayung agar lebih berhati-hati.
“Iya Ibu-ibu. Atas kejadian seperti ini saya sangat menyesalkan dan saya selaku Kepala Desa Cipayung menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas H Ajan Kades Cipayung. (Adi)





