dutapublik.com, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep beberapa hari yang lalu memberikan Penghargaan terkait pencapaian vaksinasi terbaik untuk Kelurahan Kapanjin Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, diduga asal-asalan.
Pasalnya, data pencapaian vaksinasi di Kelurahan Kepanjin diduga data tidak riil dengan data dilapangan.
Sufriadi, aktifis Kepulauan Kangean berdasarkan temuannya di lapangan mengatakan, bahwa penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap Kelurahan Kepanjin itu tidak sesuai dengan data yang riil dilapangan.
“Itu merupakan pembohongan Publik, karena masih ada desa yang lebih unggul hasil pencapaian vaksinasi tersebut,” katanya, kepada awak media dutapublik.com.
Maka dari itu, Adi melanjutkan, pemerintah Kabupaten Sumenep membuktikan bahwa tidak serius dalam menilai ataupun mengkroscek pencapaian vaksinasi.
“Sebelum memberikan penghargaan pencapaian Vaksinasi itu seharusnya benar-benar matang terhadap desa yang memenuhi target pencapaian vaksinasi sesuai data riil hasil turun lapangan di tiap RT di desa masing-masing,” jelasnya.
Mestinya, lanjut Adi, Dinas kesehatan mengklarifikasi data dari kelurahan dan 5 Desa yang masuk ke Kabupaten Sumenep agar bisa dijadikan Referensi data pencapaian vaksinasinya di lapangan.
”Coba minta klarifikasi dan tanya data pencapaiannya agar dibuat dasar untuk memberikan penghargaan pencapaian vaksinasi terhadap desa masing-masing,” tegasnya.
Jadi, menurut Adi, bagi kelurahan Kapanjin, data hasil progres giat vaksin di pertanggal dan jadwal di lapangan di tiap RT mulai dari umur 12 tshun ke atas harus ditunjukkan.
”Tentunya, data dan target sasaran harus punya agar dijadikan dasar dan kalau tidak sesuai perlu diadakan evaluasi dan kroscek ke lapangan,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa Kebungagung Bustanul Affa menyatakan, pihaknya tidak terlalu penting masalah Ranking.
“Tetapi yang penting kita kembali ketujuan semula yaitu bagaimana kita bersama sama menyukseskan Program Giat Vaksin sesuai dengan Yang Kita Harapkan Bersama.”
“Kalau masuk perangkingan capaian hasil Vaksin harus ada data riil dengan croscek pendataan turun lapangan di tiap-tiap RT agar data sesuai fakta di lapangan sebagai dasar perangkingan pemerintah Sumenep,” tuturnya, pada Senin (17/1).
Lebih lanjut, Tanu, sapaan akrabnya memaparkan, pihak Desa Kebunagung mau menunjukkan sesuai data riil hasil turun lapangan di tiap-tiap RT, bukan mendengar pengakuan atau sekedar mengklaim agar dapat perangkingan.
”Data itu bukan wacana dan bukan permainan tapi sesuai fakta di lapangan. Sebab, tiap-0tiap hasil vaksinasi dari desa masing-masing sudah di share di group PPKM Kecamatan,” pungkasnya. (Memet)





