Diberitakan Jual Buku LKS, Kepala SMAN 1 Rengasdengklok Murka Layaknya Preman Pasar

653

dutapublik.com, KARAWANG – Maraknya sekolah menjual buku sehingga pihak Pemkab Karawang memberikan menghimbau pada Mei 2021 melalui Wakil Bupati, Aep Syaepuloh.

Wakil Bupati mengatakan Pemkab Karawang akan menindak tegas sekolah yang terbukti melakukan pungutan dengan alasan apapun, seperti memaksa membeli LKS. Apalagi dalam situasi Covid-19 saat ini, orang tua siswa tidak boleh dibebani oleh biaya sekolah yang tinggi.

“Kami minta pihak sekolah tidak asal memungut biaya kepada orang tua siswa seperti pembelian buku LKS misalnya. Itu masuk dalam kategori pungli dan tidak boleh dilakukan oleh sekolah. Kasihan masyarakat jika untuk menyekolahkan anak menjadi beban berat buat mereka. Makanya pihak sekolah tidak boleh melakukan pungutan,” kata Aep, saat membuka seminar ‘Batasan Pungutan Liar’ yang diselenggarakan Masyarakat Anti Pungutan Liar (MAPI), Kamis (28/5/21) lalu.

Baca Juga:  Ketua KPPS Mengaku "Dirampok" Satu Juta Rupiah Oleh Ketua PPS Desa Balonggandu, Modusnya Buat Beli Konsumsi Dan Biaya SPJ

Menurut Aep, setiap kali masuk tahun ajaran baru selalu saja pihak orang tua mengeluhkan adanya pungutan dari sekolah. Dalam beberapa kasus, masih memberikan toleransi seperti pengadaan pakaian seragam olahraga misalnya. Namun untuk hal lain seperti pembelian buku LKS sebaiknya ditiadakan

Selain itu, lanjut Aep, Karawang memiliki program beasiswa Karawang Cerdas untuk siswa SMA, SMK, MA dan mahasiswa sebesar Rp. 30 Miliar. Jumlah itu untuk siswa SMA Rp. 1,2 juta per tahun dan mahasiswa Rp. 12 juta pertahun.

Kemudian ada tambahan penghasilan untuk seluruh guru baik PNS maupun honorer. Guru PNS Rp500 ribu per bulan. Guru honorer disesuaikan dengan masa kerja mulai dari Rp400 ribu dan 1 juta serta pendapatan dari kepala sekolah Rp1 juta.

Baca Juga:  PKBM Se-Kecamatan Jatisari Selenggarakan LDK Bersama

Selanjutnya, dampak diberitakannya SMAN 1 Rengasdengklok yang telah menjual buku LKS membuat Kepala Sekolah Murka layaknya preman pasar. Polemik semakin memanas karena telah beredar chat Whatsapp Jaji Hanuji Kartaatmaja, S.Pd., Kepala SMAN 1 Rengasdengklok.

Dalam Chat tersebut berbunyi “Baca ku Sia. jangan macam-macam ku aing somasi kau (baca sama kamu, jangan macam-macam sama saya somasi kamu),” tulis Jaji dalam chat whatsapp kepada salah satu wartawan yang memberitakan kasus penjualan LKS.

Namun ketika insan pers akan mengklarifikasi apa arti Chat di atas, Jaji tidak ada di ruang kerja pada Senin (17/1). (bunsal/radi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *