Ratusan Sopir Di Bali Tolak Aturan ODOL

304

dutapublik.com, JEMBRANA – Ratusan sopir truk se Bali menggelar aksi demo di terminal Cargo, Kelurahan Gilimanuk Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Mereka menolak kebijakan pemerintah terkait pembatasan dan pelarangan truk Over Dimention Over Loading (ODOL).

Pantauan di lokasi, Selasa (22/2) pukul 09.30 WITA, puluhan truk konvoi di jalan raya Denpasar Gilimanuk menuju ke Terminal Cargo Gilimanuk. Truk yang baru datang pun langsung diparkirkan di dalam Terminal. Bahkah truk yang melintas menuju Pulau Jawa maupun Bali distop dan diarahkan masuk menuju Terminal Cargo oleh peserta aksi demo.

Berbagai banner dengan berbagai tulisan menempel di bak truk, diantaranya tertulis Kami Rakyat Kecil Menolak RUU diperpanjang, Saatnya Sopir Bersatu Tolak RUU ODOL, hingga tulisan Jangan Jadikan Kami Tumbal.

Dalam menyampaikan aspirasinya, para sopir truk menuntut meminta kelonggaran serta solusi kepada pihak Kepolisian maupun pihak terkait. Namun diskusi sempat alot, peserta demo yang ditemui oleh PS Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Bali Kompol Rahmawati, S.E., S.I.K., Kordinator UPPKB Cekik Ayra Negara dan Waka Polres Jembrana serta Kasat Lantas Polres Jembrana tidak menemukan solusi.

Hingga akhirnya pihak Kepolisian dan Dinas perhubungan memanggil Ketua Koordinator aksi dan 2 perwakilan lainnya untuk diajak diskusi sehingga menghasilkan kesepakatan akan menindak lanjuti dan menyampaikan aspirasi mereka ke pusat melalui pihak Kepolisian serta Kementerian Perhubungan.

Ketua Koordinator aksi I Putu Oka Margana (Pellow) yang sekaligus ketua (PLB) Pasemetonan Logistik Bali mengatakan, aksi demo tersebut diikuti dari 12 Komunitas dari seluruh Bali dihadiri sekitar 500 kendaraan.

“Kami ingin revisi atau Undang-Undang terkait ODOL ditunda,l. Kalaupun UU tersebut tidak bisa direvisi, kami minta kepada penegak hukum bertindak secara tegas dan tidak tumpang tindih kepada siapa pun yang melanggar,” pintanya.

Sedangkan, lanjut Pellow, dari hasil mediasi dengan pihak terkait sudah ada perwakilan dari Polda Bali juga dari Bupati dan dari Polres Jembrana serta Perhubungan.

“Kami sepakat hari ini untuk membubarkan diri karena mereka berjanji menyampaikan aspirasi serta tuntutan kami akan dikawal sampai ke pusat.”

“Jika nanti tuntutan kami tidak ditindaklanjuti, kami pastikan akan turun ke jalan lagi untuk menyampaikan aspirasi dengan jumlah lebih besar lagi,” tegasnya.

Sementara Ketua GAPIBA (Gerakan Aliansi Pengemudi Bali), Sugiartoyo mengatakan, bahwa pihaknya mengajukan 6 tuntutan.

“Yaitu meminta standar upah minimum menjadi standarisasi, yang kedua kepastian muatan pascanormalisasi kepada driver logistik, terus biaya pemotongan kendaraan untuk normalisasi, dan hapus mapia ODOL dan Serut di lapangan dan di tempat pengujian, jembatan timbang, serta perlakuan yang sama di setiap pelaku logistik baik perusahaan, pengusaha exspedisi, penyedia barang yang memiliki relasi atau hubungan dengan driver logistik, dan yang terakhir kami meminta evaluasi kinerja BPTD Dishub, Kepolisian Operasional atau penugasan dilapangan,” paparnya.

Hingga aksi demo ini selesai, tampak arus lalu lintas Denpasar Gilimanuk masih terpantau lancar. Puluhan personel Kepolisian pun tampak berjaga di depan pintu masuk Terminal Cargo. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *