Warga Desa Cipayung Mengaku Dibodohi Para Calo Meikarta, Muncul Nama Calo Mulai Dari Oca, Alek Dan Wata

611

dutapublik.com, BEKASI – Harapan punya banyak uang untuk keperluan kehidupan sehingga sebagian warga Desa Cipayung maupun warga di luar Desa Cipayung yang masih punya tanah baik Tanah berupa Empang, Sawah, dan Kebun menjualnya melalui calo ke Proyek Meikarta.

Dari puluhan sampai milyaran rupiah yang diterima oleh masyarakat tergantung banyak dan sedikitnya tanah yang dijual ke Meikarta. Pembelian tanah yang dilakukan Meikarta oleh calo/jongos ada yang cash/kontan dan ada juga yang baru dipanjer 

“Iya bang saya menjual tanah berupa Empang fisiknya saya jual ke Meikarta waktu itu calonya Oca dan Alek kalau penghubung ke kantor Meikartanya itu Wata atau Eben. Saya menjual tanah ada dua bidang dengan surat tanah yang berbeda-beda dan ukurannya juga berbeda yang satu bidang ukuran luas tanahnya kurang lebih 5600 M dijual ke Meikarta dengan harga per meternya Rp. 240 ribu,” ujar warga Kp. Gandaria Desa Cipayung yang memohon namanya disembunyikan, Sabtu (21/5).

Satu bidang lagi kata narasumber dengan ukuran luas tanah 5300 M di beli Meikarta seharga Rp225 ribu per meternya. Jadi total tanah yang ia jual kurang lebih luasnya 10900 meter, adapun lokasi tanah yang ia jual ke Meikarta itu berlokasi di Desa Pasir Tanjung blok 12 Kecamatan Cikarang Timur.

“Kalau dihitung jumlah nominal hasil dari penjualan tanah yang harus dibayar sama Meikarta kurang lebih Rp. 2 milyar, tapi waktu itu saya baru dipanjer oleh Meikarta melalui Wata/Eben sekitar Rp1 milyar 200 juta, sisanya sekitar Rp1 milyaran lagi sampai sekarang belum dibayar atau dilunasi oleh Meikarta,” ujarnya.

Sering ia menanyakan ke Wata atau Eben kapan sisa pembayaran tanahnya, namun mereka bilang tenang nanti juga ada tapi sampai sekarang kurang lebih 5 tahun belum juga ada realisasi pelunasan.

“Sempat bulan kemarin saya menanyakan lagi jawabnya nanti di bulan 5 (Mei) kalau gak di bulan 6 (Juni ) tahun ini (2022) ada pembayaran atau pelunasan dari Meikarta,” ungkapnya.

“Kecewalah saya ke Meikarta ngomongnya cuman bulanan mau melunasi kekurangannya tapi sampai sekarang belum juga ada pelunasan dihitung-hitung sudah tahunan ini,” ungkapnya.

Sementara itu para Calo Meikarta hingga berita ini dipublikasikan belum berhasil dikonfirmasi terkait kebenaran pengakuan dari narasumber media ini.(Iwan Ridwan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *