Ade Chandra Somantri: Aljannatul Jamiilah Arti Nama Desa Wanahayu

776

dutapublik.com, MAJALENGKA – Desa Wanahayu merupakan salah satu desa di Kecamatan Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, memiliki luas 447,354 Ha. Secara Geografis, desa Wanahayu berbatasan dengan wilayah sebelah utara dengan desa Anggrawati, sebelah Timur berbatasan dengan desa Sagara, sebelah Selatan berbatasan dengan desa Cihaur dan sebelah Barat berbatasan dengan desa Cengal.

Wanahayu berasal dari dua suku kata, yaitu Wana dan Ayu. Wana artinya Hutan, kebun, perkebunan (inggris=park, arab=jannah). Ayu artinya cantik (inggris=beauty atau arab=jamiilah), indah, asri, alami, atau pesona. Hutan yang indah, perkebunan yang asri nan sejuk. Dengan demikian, Wanahayu artinya Kebun yang indah Aljannatul Jamiilah.

Wanahayu yang kini dipimpin oleh Ade Chandra Somantri, S.E., selaku Kepala Desa atau yang lazim disebut Kuwu adalah sebuah desa yang memiliki tradisi agama Islam yang kuat, hal ini ditandai dengan adanya makam keramat ulama, makam kabuyutan.

Menurut Ade Chandra Somantri, kenapa daerahnya disebut Wanahayu bisa ditelusuri jika dari arah Majalengka kemudian Maja, setelah itu menelusuri jalan cukup jauh, sepanjang itu sangat sulit ditemukan air, misalnya sepanjang jalan Cikebo tak jua dijumpai air (mata air), namun ketika memasuki Wanahayu (Blok Ahad dan Blok Saptu, Babakan) maka di sana ditemukanlah mata air. Hutan atau kebun akan terasa sangat indah jika memiliki mata air.

“Di Wanahayu, ketersediaan air telah mencukupi sehingga tidak harus meminta (ngulur_red) ke desa lain atau kampung tetangga. Hal inilah kenapa disebut hutan yang indah atau Wanahayu,” ujarnya.

Lebih lanjut Ade Chandra Somantri menuturkan, bahwa nama Wanahayu merupakan nama indah dan unik. Alasannya kata Wanahayu itu indah dilihat dari paduan kata dan unik sebab nama Desa Wanahayu tak ada nama kembar di desa yang ada di Indonesia.

“Nama Desa Wanahayu merupakan nama yang khas untuk menunjukan suatu wilayah di desa yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Teungku Syafrudin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *