dutapublik.com, KARAWANG – Raden Soemaredja (Ayah Dji’in), dikenal sebagai sosok karismatik yang berhasil menemukan Makam Syekh Qurotul ‘Ain pada tahun 1858. Syekh Qurotul ‘Ain sendiri merupakan ulama besar dari Timur Tengah yang datang ke tanah Jawa khususnya ke Kabupaten Karawang dan bermukim di daerah yang saat ini bernama Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada tahun 1418 silam.
Untuk mengenang jasa Ayah Dji’in Sang Penemu Makam Syekh Qurotul ‘Ain, para keluarga besar keturunan Ayah Dji’in setiap tahunnya melaksanakan Haol atau peringatan wafatnya Ayah Dji’in. Sebagaimana yang dilaksanakan pada Rabu (13/7) malam, merupakan hari pertama diperingatinya Haol Makam Ayah Dji’in yang ke-106 tahun.
Rencananya, Haol Makam Ayah Dji’in akan di gelar selama dua hari, yakni Rabu (13/7) sampai Kamis (14/7) dengan agenda acara, Rabu (13/7) diisi oleh ceramah agama dengan mubaligh KH. Agus Sunarya dari keluarga Giri Harja Bandung. Kemudian dilanjut pada Kamis (14/7) diisi dengan acara Ruatan, Babaritan dan pada malam harinya digelar pagelaran wayang golek dengan dalang Dede Koswara.
Dalam sambutannya, Acis Akmarudin, selaku ketua panitia pelaksana mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dari semua pihak sehingga kegiatan tersebut bisa terlaksana.

Keterangan Gambar 2: Warga Saat Mengikuti Acara Haol Makam Raden Soemaredja (Ayah Dji”in)
“Selaku panitia pelaksana, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, sehingga Haol Makam Ayaj Dji’in yang ke-106 bisa terwujud. Acara ini adalah bentuk keeratan tali silaturahmi khususnya semua keturunan Ayah Dji’in, umumnya masayarakat Desa Pulokalapa.”
“Berkat keilmuan yang dimiliki oleh Ayah Dji’in sehingga Makam Syekh Qurotul ‘Ain bisa ditemukan dalam kurun waktu 400 tahun setelahnya. Oleh karena itu acara ini semoga menjadi jalan untuk memperat tali silaturahmi sesama keturunannya agar bisa saling mengenal,” tuturnya.
Selanjutnya, Ujang Karjaya, selaku salah satu keturunan Ayah Dji’in membacakan sejarah singkat asal muasal dan silsilah keturunan dari Ayah Dji’in dan juga menceritakan perjalanan Ayah Dji’in hingga menemukan Makam Syekh Qurotul ‘Ain.
“Jagalah jalinan silaturhami, jagalah semua pesan Ayah Dji’in sebelum wafat dan tetap jaga nama baiknya dan beliau adalah keturunan seorang raja,” bebernya.
Acara Haol Makam Ayah Dji’in sebelumnya diisi oleh beberapa penampilan kreasi seni dari putra-putri masyarakat desa Pulokalapa dan dihadiri perwakilan Pemdes setempat, para Juru Kunci Makam Ayah Dji’in dan Makam Syekh Qurotul ‘Ain serta Makam Syekh Bentong, para tokoh masyarakat dan warga sekitar. (N. Wirasasmita)





