Proyek ‘Siluman’ Di Desa Karyamukti Diduga Rugikan Ribuan Pelanggan Air Bersih PDAM

722

dutapublik.com, KARAWANG – Warga Desa Pulokalapa dan Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, keluhkan matinya aliran air bersih PDAM yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Hal itu terjadi karena pipa yang menjadi saluran air bersih dari PDAM unit Lemahabang di titik kampung Buahaseum Desa Kayamukti, mengalami kerusakan yang diduga keras akibat adanya pengerjaan proyek drainase dari Dinas terkait yang dikerjakan oleh pemborong yang belum diketahui identitasnya.

Putusnya pipa aliran air tersebut, diduga akibat kelalaian dari pekerja yang membuat galian drainase untuk proyek tersebut.

Salah seorang aparat desa Karyamukti ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon selulernya mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui siapa pemborong dan pelaksana dari proyek tersebut.

“Maaf Pak itu bukan pekerjaan proyek Desa. Itu pekerjaan Dinas yang dikerjakan oleh pemborong yang saat ini belum diketahui identatasnya. Karena hingga saat ini si pemborong tersebut tidak ada informasi ke pihak Pemdes terntang pekerjaan di wilayah kami itu, padahal pekerjaan itu sudah berjalan,” ujarnya kepada media dutapublik.com, pada Sabtu (23/7).

Dirinya pun sangat menyayangkan sikap pemborong atau pelaksana pekerjaan yang tidak melakukan komunikasi dan koordianasi terlebih dahulu ke pihaknya.

“Saya sudah tanya ke Kades, Kades pun mengakui tidak pernah menerima laporan dari pemborong dan pelaksana pekerjaan. Papan proyeknya pun tidak ada di lokasi. Ini pekerjaan siapa sebenarnya?,” katanya.

Senada dengan Pian, selaku pegawai lapangan PDAM unit Lemahabang, dirinya mengaku bahwa pihak pemborong dan pelaksana pekerjaan tersebut pun tidak memberikan informasi kepada pihaknya sebelum pekerjaan itu dilaksanakan.

“Betul Pak, saat ini pipa saluran air bersih terputus, mungkin akibat kena alat penggali dari pekerja proyek. Kami pun tahunya ada kerusakan setelah salah satu warga yang dirugikan melapor ke kami. Ternyata setelah kami cek ke lapangan, pipa PDAM di kanpung Buahaseum terputus akibat proyek itu,” terangnya.

Pian menyayangkan pihak pemborong dan pelaksana yang tidak kooperatif sebelumnya untuk memberikan informasi kepada pihak PDAM unit Lemahabang.

“Gak tahu pak itu proyek punya siapa? Pemborongnya siapa? karena sebelum pengerjaan tidak ada yang melapor ke pihak kami. Sedangkan di titik proyek tersebut ada pipa saluran air bersih. Saat ini kami sedang memperbaiki kerusakan pipa tersebut,” jelasnya.

Sementara, salah satu warga desa Pulokalapa bernama Ragina (42), merasa dirugikan dengan adanya kejadian tersebut.

“Kami sebagai pelanggan merasa dirugikan lah. Ibu-ibu tahu sendiri kan sangat membutuhkan air bersih untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Gimana sih ini harus ada yang tanggung jawab lah. Yang dirugikan semua warga pengguna air PDAM di Desa Pulokalapa dan Desa Pulomulya loh, coba hitung berapa ribu warga itu yang dirugikan,” ketusnya.

Diketahui, dengan sigap pihak PDAM unit Lemahabang sudah berhasil memperbaiki pipa saluran air bersih tersebut sekira pukul 11.30 WIB.

Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pihak pemborong dan pelaksana yang bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan akibat pekerjaan proyek tersebut.

Oleh karena itu pihak Dinas terkait selaku pemberi pekerjaan tersebut harus bertindak tegas kepada pemborong dan pelaksana yang telah merugikan ribuan warga pengguna air bersih PDAM. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *