dutapublik.com, TASIKMALAYA – Paguyuban Asep Dunia (PAD) menggelar peringatan Milangkala ke-16 pada 1-2 Agustus 2026 di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, melestarikan budaya Sunda, serta meningkatkan kontribusi nyata warga Asep bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Mengusung tema “Ngajaga Silaturahmi, Ngembangkeun Budaya, Nguatkeun Dulur Asep Sadunia”, acara dihadiri Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pakar, Pengurus Pusat (DPP), Pengurus Wilayah (DPW), dan Pengurus Daerah (DPD) Paguyuban Asep Dunia, Teteh PIPAD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Wakil Bupati Tasikmalaya, tokoh masyarakat, warga Asep, serta para tamu undangan.
Kehadiran pengurus dan anggota PAD dari berbagai daerah di Indonesia mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan serta komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan organisasi sebagai wadah silaturahmi dan pengabdian sosial.
Presiden Paguyuban Asep Dunia periode 2025–2030, Asep Jaelani, S.Pd., M.Pd., mengatakan perjalanan PAD selama 16 tahun merupakan buah dari semangat kebersamaan, persaudaraan, kepedulian sosial, serta dedikasi seluruh pendiri, sesepuh, pengurus, dan anggota.
“Enam belas tahun lalu, Paguyuban Asep Dunia lahir bukan sekadar dari persamaan sebuah nama, melainkan dari semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Dari sebuah gagasan sederhana untuk menyatukan para pemilik nama Asep, hari ini PAD telah tumbuh menjadi organisasi yang kokoh, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai daerah maupun di tingkat nasional,” ujar Asep Jaelani.
Menurutnya, usia ke-16 menjadi simbol kedewasaan organisasi dalam bergerak, kematangan berpikir, serta kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan semangat “Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia”, PAD berkomitmen untuk terus memberikan manfaat di bidang keagamaan, sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan.
“Marilah pada momen yang membahagiakan ini kita pererat kembali tali silaturahmi, kita perkuat gotong royong, dan kita tingkatkan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa dan negara. Asep untuk Indonesia, Asep untuk Dunia,” tegasnya.
Dalam peringatan Milangkala ke-16, Paguyuban Asep Dunia mengumumkan rampungnya Akta Perkumpulan Paguyuban Asep Dunia sebagai langkah strategis memperkuat legalitas, tata kelola, dan keberlanjutan organisasi.
Dengan penguatan kelembagaan tersebut, PAD diharapkan semakin siap memperluas jaringan organisasi serta meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Rangkaian Milangkala ke-16 diselenggarakan berdasarkan empat pilar utama, yaitu:
Pilar Agama, melalui doa bersama dan kegiatan sosial, termasuk penyaluran santunan.
Pilar Sosial dan Budaya, meliputi donor darah bersama PMI, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, layanan Samsat dan SIM Keliling, serta pertunjukan seni budaya Sunda.
Pilar Ekonomi, diwujudkan melalui bazar UMKM dan jalan santai bersama masyarakat sebagai upaya mendorong perekonomian lokal dan mempererat kebersamaan.
Pilar Pendidikan, difokuskan pada edukasi publik, penguatan karakter, serta pelestarian nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda.
Apresiasi dan Penghargaan
Pada kesempatan tersebut, PAD juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi, di antaranya Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Bank BJB Cabang Tasikmalaya, DPD PAD Tasikraya, Brigjen TNI (Purn.) H. Asep Syarifudin, SHUB, INT., H. Asep Ikhsan, S.E., S.Pd., M.M., Asep Sutrisna dari Pontianak, Asep Jena dari DPW PAD Banten, Asep Judi Wahjudin, M.Hum., Ashmansyah Timutiah, serta Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si.
Presiden PAD turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, sponsor, tokoh masyarakat, serta seluruh pengurus dan anggota PAD yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Paguyuban Asep Dunia akan melanjutkan agenda organisasinya melalui Konferensi Asep-Asep (KAA) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 di Kota Bandung, dengan rencana lokasi di Gedung Merdeka.
Sementara itu, Milangkala ke-17 Paguyuban Asep Dunia direncanakan akan digelar di wilayah Bekasiraya.
Milangkala ke-16 menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, mengembangkan potensi ekonomi, serta melestarikan budaya Sunda. Dengan semangat “Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia”, Paguyuban Asep Dunia berkomitmen terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.





