Nasib PMI (86): Sopiah PMI Ilegal Asal Desa Pusakajaya Utara Mengaku Dianiaya Majikan, Hasan Sponsor Segera Buat Laporan Ke PT XXX

3614

dutapublik.com, KARAWANG – TPPO (Tindak Pemberantasan Perdagangan Orang) yang merupakan bentuk dari perbudakan modern yang dianggap salah satu perlakuan terburuk terhadap pelanggaran harkat dan martabat manusia. Selain perempuan, anak-anak juga rentan menjadi korban TPPO atau yang dikenal dengan istilah trafficking.

Mereka diperdagangkan tidak hanya untuk tujuan eksploitasi seksual, tetapi juga mencakup bentuk eksploitasi lain seperti kerja paksa atau praktik perbudakan serupa.

Dikonfirmasi oleh media dutapublik.com saat mendapatkan aduan dari salah satu PMI/TKW sebut saja Sopiah yang beralamat Dusun Karajan Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar. Sopiah menceritakan bahwa ia disiksa oleh majikan.

“Saya selalu ditampar setiap majikan mempunyai masalah dalam kerjaannya dia selalu melampiaskan amarahnya ke pada saya dan saya selalu mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan,” ujar Sopiah saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com.

Perlu diketahui, Sopiah PMI asal Karawang ini diduga telah menjadi korban TPPO yang diberangkatkan oleh sponsor Hasan melalui sebuah PT.

Hasan saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com mengakui bahwa dirinya sebagai sponsor keberangkatan Sopiah. “Oh muhun-muhun, bapak sponsornya,” ujar Hasan.

Saat awak media kembali mengkonfirmasi ke Hasan terkait PMI yang bernama Sopiah yang sekarang masih di timur tengah selalu mendapatkan tindakan tidak menyenangkan dari majikannya, mengaku akan melaporkannya kepada PT.

“Ya kalau tanggapan saya mah, saya kan orang di bawah, paling saya laporkan dan konsultasi dulu ke orang PT terkait masalah Sopiah, nama PT XXX kalau tidak salah,” ungkap Hasan saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (20/8).

Hasan pun mengatakan bahwa dia baru memberangkatkan dua orang PMI ilegal ke Timur Tengah melalui sebuah PT dalam pemberangkatannya. (Adi Sukriyadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *