Kepala Puskesmas Cianjur Kota: Kasus Stunting Di Kecamatan Cianjur Sudah Di Bawah Ambang Batas 

450

dutapublik.com, CIANJUR – Usai Bupati Cianjur berpesan kepada semua kepala desa saat memberikan sambutan pada pelantikan Kepala Desa membuat masalah Stunting di Kabupaten Cianjur menjadi masalah serius. Bupati terus mengingatkan setiap kepala desanya untuk menekan angka stunting di setiap Desa.

Berdasarkan hal tersebut Kepala Puskesmas Cianjur Kota Dr. Gusnadi Rama Anggita terus berupaya mengatasi masalah stunting salah satunya yaitu dengan adanya kolaborasi dengan lintas sektor serta dukungan dari Camat Kota Cianjur, dari para Lurah di wilayah kerjanya diantaranya Kelurahan Solok Pandan, Kelurahan Sayang, Kelurahan Sawah Gede dan Kelurahan Pamoyanan. 

“Untuk menangani stunting ini ada beberapa program dari mulai pemberian tablet penambah darah untuk para remaja-remaja putri agar nantinya remaja putri yang sehat sehingga nantinya apabila remaja putri ini memasuki usia pernikahan dan hamil maka menghasilkan bayi-bayi sehat,” demikian dikatakan Kepala Puskesmas dr. Gusnadi Rama Anggita di sela-sela acara kegiatan Pelantikan Kepala Desa di Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur Jawa Barat baru-baru ini.

Gusnadi menambahkan Program selanjutnya Program Pembinaan 1000 HPK (Seribu Hari Kelahiran) dimana pihaknya melakukan pembinaan kepada ibu hamil dan dimulai bulan pertama sampai anaknya melahirkan lalu sampai anaknya dua tahun dilakukan pembinaan terus menerus.

“Kita melakukan pemberian makanan tambahan untuk balita-balita, penyuluhan menjadi agenda rutin dilkukn oleh kami. Terakhir kami melakukan pembinaan terhadap kader Posyandu dengan membentuk, melatih, kader-kader secara khusus dinamai Balad Bidan jadi mereka itu khusus dilatih untuk melakukan pengukuran penimbangan balita supaya mereka lebih terlatih lagi dan memberikan data yang berkualitas.”

“Sedangkan untuk data yang sudah masuk di kita yakni Kelurahan Sawah Gede 115, untuk Kelurahan Sayang ada 162, Kelurahan Pamoyanan ada 77, Kelurahan Solok Pandanada 46. Jadi untuk berbicara jumlah memang untuk di Cianjur Kota itu paling banyak Stunting ya adalah Kelurahan Sayang. Tapi secara persentase stunting kita sudah di bawah ambang batas. Sehingga Angka stunting sudah diambang batas yaitu sekitar 14% dan berdasarkan data dari WHO tidak boleh melebihi 20% sehingga wilayah kerja Puskesmas Cianjur Kota yang meliputi 4 kelurahan sudah di bawah ambang batas,” pungkasnya. (Yani)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *