Sambut HUT Darma Wanita ke-23, Darma Wanita Persatuan Kabupaten Cianjur Gelar Berbagai Kegiatan

335

Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Cianjur Ny. Netty Wiliyanti

dutapublik.com, CIANJUR – Dalam rangka menyambut HUT Darma wanita yang ke-23 Darma Wanita Persatuan Kabupaten Cianjur mengadakan berbagai macam kegiatan antara lain pencegahan Stunting kepada ibu-ibu hamil yang berkerjasama dengan Tim penggerak PKK, Peningkatan IPM dengan melaksanakan pelatihan – pelatihan kepada masyarakat dan sekarang yang sedang dilaksanakan yaitu lomba kreasi makanan berbahan baku non beras dan tepung bertempat di halaman kantor pemkab Cianjur. Rabu (16/11).

Demikian dikatakan ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Cianjur Hj. Netty Wiliyanti Kepada para Wartawan. 

Netty menyampaikan bahwa lomba ini merupakan rangkaian dari kegiatan dharma wanita yang ke-23 di mana kegiatan seperti ini rutin dilakukan dan pada tahun ini mengadakan giat lomba kreasi olahan makanan yang berbahan non beras dan tepung. Untuk satu Keluarga ayah yang berusia 35 tahun, di mana usia-usia produktif, kemudian satu orang balita. Salah satu kriteria penilainnya makanan harus sesuai dengan B2SA ( Beragam, Bergizi Seimbang dan Sehat ).

Tujuannya agar ibu- ibu bisa lebih mengenal bahan-bahan yang lainnya bukan hanya beras saja, beraneka ragam bahan makanan yang ada di lingkungan kita, serta dapat dijadikan bahan pengganti makanan pokok, karbohidrat dan protein. Tidak harus mahal tetapi bisa menjadi alternatif guna memenuhi ketahanan pangan.

“Adapun para pesertanya yaitu dari Para OPD, BUMD serta dari kecamatan, ” kata Netty. 

Masih Kata Netty, yang lebih penting adalah bagaimana caranya berupaya menaikkan IPM ( Indeks Pembangunan Manusia) karena itu lebih penting.

“Upaya peningkatan IPM, kami telah melaksanakan pelatihan -pelatihan kepada masyarakat dan dalam pencegahan Stunting kami selalu melakukan sosialisasi kepada para ibu hamil, karena Stunting berawal dari ibu hamil, ” katanya. 

Lanjutnya, kegiatan sosialisasi tentang Stunting juga dibarengi dengan memberikan bantuan makanan bergizi kepada anak atau balita yang berusia rentan terhadap Stunting.

“Sosialisasi tentang pencegahan Stunting juga kami barengi dengan kegiatan sosial yaitu memberikan bantuan kepada anak atau balita yang usianya rentan dengan kasus Stunting,” tandas Netty. (Yn). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *