dutapublik.com, MANADO – Hari Ini perayaan HUT emas yang ke-50 tahun, Selasa, 10 Januari 2023, PDI Perjuangan tampil sebagai partai paling sukses di Indonesia semenjak reformasi tahun 1998.
PDI-P bahkan mengejar kemenangan keempat kalinya pada Pemilu 2024 mendatang. Meskipun demikian, menurut Sekjen Hasto Kristiyanto, dalam mengelola pemerintahan PDI-P tetap mengedepankan semangat gotong royong dan tidak menang sendiri.
“Bahkan, di dalam mengelola kekuasaan pemerintahan karena spirit gotong royong,” kata Hasto di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (8/1).
Hasto pun mengambil contoh, bagaimana ketika PDI Perjuangan tetap berbagi kekuasaan secara merata, berkeadilan, dan dengan prinsip kebersamaan.
“Ini kalau kita lihat Pak Jokowi, Wali Kota (Solo) PDIP, lalu Gubernur DKI dari PDIP, kemudian jadi Presiden PDIP juga yang mengusung pertama kali. Tetapi kan semuanya ikut bersama-sama dengan semangat gotong royong mengelola kekuasaan pemerintahan,” tukas Hasto Kristiyanto.
Terpisah, Ketua DPD Sulut Olly Dondokambey mengungkapkan bahwa PDIP senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Tentunya berujung pada kesejahteraan segenap rakyat Indonesia, Untuk mencapainya butuh kerjasama segenap anak bangsa,” tukas Olly Dondokambey.
Adapun diketahui PDI-P tercatat sudah menang di 3 Pemilu semenjak reformasi 1998 yakni pada Pemilu 1999, Pemilu 2014 dan Pemilu 2019.
“PDIP sudah mengantarkan Megawati Soekarno Putri dan Joko Widodo sebagai Presiden RI.”
Hari ini Informasi beredar akan ada kejutan dalam rangkaian kegiatan HUT PDIP tanggal, 10 Januari hingga 31 Mei 2023.
“Pengumuman Calon Presiden (Capres) oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri adalah kejutan yang paling dinanti.”
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan nama-nama kader yang digadang-gadang masuk bursa capres usai membocorkan kriterianya. “Ketua DPR Puan Maharani hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi sosok potensial yang dipersiapkan PDIP dengan sangat baik,” kata Hasto di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.
Selain Puan dan Ganjar, Hasto juga menyebutkan nama kader lainnya, mulai dari Olly Dondokambey, Tri Rismaharini, hingga Wayan Koster.
“Ada Pak Olly yang prestasi sangat baik di gubernur di Sulawesi Utara. Kemudian ada Pak Pramono Anung, ada Ibu Risma yang mampu membawa perubahan,Ada Pak Anas (Azwar Anas), ada Pak Ahmad Basarah yang usia begitu muda menjadi dua kali wakil ketua MPR. Ada Pak Djarot (Djarot Saiful Hidayat), ada Bapak Eriko (Sotarduga), juga Pak Nus (Nusyirwan),” tandas Hasto.(EffendyIskandar).


