Lulusan MI, MTs Dan SMK Terpadu Assyafiiyyah Resmi Dilepas, Berbagai Hiburan Turut Meriahkan

383

dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Yayasan Assyafiiyyah Kampung Tegalaja, Desa Celak Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, menggelar pelepasan lulusan MI ( Madrasah Ibtidaiyah),  MTS (Madrasah Tsanawiyah) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) terpadu, tahun pelajaran 2022/2023. Rabu (14/06/2023), bertempat di komplek Yayasan Assyafiiyyah.

Hadir pada kegiatan pelepasan tersebut, Ketua yayasan KH.Wawan Ghozali, kepala MI Dila Farah, S.Pd.,  kepala MTS, kepala SMK beserta jajaran dewan guru,  Komite sekolah, ketua RT / RW setempat, para orang tua lulusan dan para tamu undangan.

Perhelatan akhir tahun pelajaran  tersebut dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dimulai 19.30 Sd 22.30 berlangsung meriah dengan menampilkan Musik Gambus dari Sumedang, Tarian daerah yang dibawakan oleh gabungan peserta didik MI, MTs dan SMK, dilanjutkan dengan Siraman Rohani (ceramah agama) Oleh Ustad Jujun Muda dari Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama Kabupaten Bandung dan Ustad Farid dari Aksi Indosiar 2013.

Acara dilanjutkan dengan  therapy masal oleh Boaz Mentalist dari KHB (Komunitas Hipnotis Bandung) bertempat di ruang tertutup dengan tujuan mengobati berbagai macam keluahan penyakit, baik medis dan non medis dari peserta yang mengikuti therapy.

Saat dikonfirmasi Kepala MI Assyafiiyyah Dila Farah, S.Pd.,  mengatakan bahwa biaya kegiatan tersebut bersumber dari iuran para Orang Tua peserta didik dan yayasan.

Disinggung tentang biaya sekolah yang dibebankan kepada orgtua peserta didik seperti uang bangunan, SPP bulanan, dan uang seragam, kepala Madrasah Ibtidaiyah, Dila Farah mengatakan, bahwa sekolah tersebut menggratiskan untuk semua biaya yang disebutkan.

“Di madrasah kami, semua biaya yang tadi disebutkan tidak ada pungutan dari orang tua atau gratis,  namun semuanya diambilkan dari dana Bos dan dana ketua yayasan sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan Farah, hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada beban keuangan bagi Orang Tua peserta didik.

“Kami gratiskan semua biaya, dengan maksud ingin menjadikan anak-anak bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia, tanpa ada beban mental masalah pungutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Farah pun menuturkan keinginannya jika akses jalan menuju madrasah yang dipimpinnya bagus, mungkin masyarakat akan lebih banyak yang bersekolah.

“Kalaupun akses jalan menuju sekolah ini bagus dan bisa dikenal oleh masyarakat di luar kampung Tegalaja, Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, KBB, kami akan semakin bangga,” harapnya.

Ia pun berharap ada pihak yang secara sukarela mempromosikan sekolahnya.

“Kami harap ada yang sukarela mempromosikan, Karena di samping MI, MTs dan SMK yang di Gratiskan, kami pun akan membuka pesantren gratis asrama (tempat tinggal) dan makan, minum. Bagi Ikhwan dan akwat kami berharap ada respon dari masyarakat luas,” pungkasnya. (Heny H).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *