Keluh Kesah Warga Sekitar PT Giovindo Jaya Bahagia: Bau Busuk Dan Banyak Lalat

2010

dutapublik.com, BEKASI – Kegiatan PT Giovindo Jaya Bahagia yang merupakan rumah potong ayam di Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi dikeluhkan warga sekitar.

Menurut warga yang meminta namanya dirahasiakan, dampak dari adanya kegiatan pemotongan ayam di PT Giovindo, membuat ia dan warga lain harus menghirup bau tidak sedap dari limbah yang dihasilkan. “Kita tiap hari kebauan, mau gimana lagi namanya kita tinggal deket situ terpaksa kita menghirup udara bau tiap hari,” ungkap narasumber, beberapa waktu lalu kepada media ini.

Selain bau busuk yang menyengat, ia juga merasa risih dengan banyaknya lalat yang bermunculan. Tentunya kata narasumber bisa dipastikan lalat hadir terus karena adanya bau menyengat dari PT Giovindo.

Ia juga berharap PT Giovindo lebih peduli pada lingkungan sekitar sehingga warga sekitar tidak dirugikan.

Selain itu kata narasumber, ganti rugi dari bau busuk yang menyengat hanya dibayar dengan beras itupun hanya setahun dua kali dan kini tidak ada lagi beras bantuan dari PT Giovindo. “Ya udah lama lagi gak dapat lagi terus baru tahun kemarin dapat lagi satu kali,” ungkapnya.

Sementara itu warga Leuwisisir yang berada di seberang sungai Cibeet dan masuk Kabupaten Karawang juga merasa dirugikan akibat pencemaran udara dari PT Giovindo. Narasumber yang juga meminta namanya dirahasiakan mendesak agar PT Giovindo segera memperbaiki pengolahan limbahnya agar tidak merusak lingkungan.

“Kami mohon PT Giovindo segera perbaiki pengolahan limbah mereka, kami merasa dirugikan akibat bau busuk menyengat dari PT Giovindo. Jika tidak juga memperbaiki sistem pengolahan limbahnya kami dan warga lain akan melakukan protes bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara Tile yang mengaku sebagai karyawan yang mewakili PT Giovindo tidak menjawab permintaan konfirmasi dari dutapublik.com

Tile hanya mengatakan sebagai karyawan dan pihak perusahan mengajak perwakilan warga untuk mediasi hari dan waktunya kapan untuk mediasi mengenai keluhan warga pihak perusahaan menunggu kedatangan perwakilan warga untuk mediasi terkait bau dan penyelesaiannya seperti apa. (Uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *