Akses Darat Terputus, Polda Sumut Kirim Bantuan Logistik Via Helikopter ke Daerah Terisolir di Tapanuli Tengah

71

dutapublik.com, TAPANULI TENGAH – Polda Sumatera Utara menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui jalur udara, Minggu (7/12/2025). Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan helikopter menyusul tertutupnya akses darat akibat longsor di sejumlah titik.

Distribusi logistik difokuskan ke Desa Nauli Sitahui, salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolasi pascabencana. Bantuan yang dikirimkan sebanyak 300 kilogram, berupa beras, mi instan, minyak goreng, dan gula. Seluruh bantuan merupakan logistik resmi dari Polri melalui Polda Sumut.

Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung proses distribusi, menjelaskan bahwa pengiriman melalui udara menjadi opsi paling memungkinkan mengingat kondisi jalan masih belum dapat dilalui kendaraan.

“Longsoran yang menutup badan jalan tidak mungkin dilalui untuk sementara waktu. Karena kondisi tersebut belum memungkinkan, pengiriman bantuan hanya dapat dilakukan melalui airdrop,” ujar Yudhi.

Ia menambahkan, hasil pemantauan udara menunjukkan terdapat lebih dari sepuluh titik longsor yang belum tertangani, sehingga akses darat menuju lokasi terdampak belum bisa dibuka.

“Saat ini satu-satunya opsi pengiriman logistik adalah melalui udara. Bantuan diarahkan langsung ke Desa Nauli Sitahui dan wilayah sekitar yang juga terisolir,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., yang turut melakukan pemantauan udara, mengonfirmasi bahwa sejumlah kawasan masih tidak dapat ditembus, termasuk oleh kendaraan roda dua.

“Ada sekitar tiga sampai lima wilayah yang benar-benar terisolasi. Tidak hanya kendaraan roda empat, roda dua pun tidak bisa melintas. Satu-satunya jalur yang memungkinkan hanyalah berjalan kaki melewati hutan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya bersama Polda Sumut telah menyiapkan titik-titik prioritas untuk penurunan logistik melalui udara. Jika pendaratan tidak memungkinkan, bantuan akan dijatuhkan dari ketinggian aman agar isi paket tetap terjaga.

Beberapa titik akses darat yang terputus berada di kawasan Jalan Sigiring-giring Kecamatan Tukka, Jalan Kapusin Kecamatan Badiri, serta wilayah Aek Bontar. Seluruh titik tersebut saat ini dalam proses penanganan lanjutan.

Polda Sumut memastikan distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap hingga akses darat kembali terbuka. Selain pemetaan lanjutan, aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Pengiriman logistik melalui helikopter ini menjadi langkah darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan akses. Polda Sumut menegaskan bahwa dukungan akan diberikan secara berkelanjutan hingga situasi kembali kondusif dan mobilisasi darat dapat dilakukan secara normal. (S.N)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *