dutapublik.com, MAJALENGKA – Bantuan sarana dan prasarana senilai Rp50 juta untuk Kober Hidayatul Ummah Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, diduga diselewengkan karena tidak direalisasikan.
Diketahui juga, Kober Hidayatul Ummah ini merupakan sekolah binaan Pemerintah Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, tepatnya beralamat di Jalan Neglasari.
Hal itu terungkap bermula saat tim awak media mendapat informasi dari narasumber yang namanya tidak mau disebutkan, mengatakan bahwa pada tahun 2022 Kober Hidayatul Ummah mengajukan proposal permohonan bantuan sarana prasarana dan cair senilai Rp50 juta, tetapi diduga dana tersebut tidak dibelanjakan sebagaimana peruntukannya.
“Kober Hidayatul Ummah itu pada tahun 2022 tepatnya bulan April telah mengajukan proposal ke BJB, dan bantuan tersebut cair senilai Rp50 juta untuk penunjang sarana dan prasana, akan tetapi uang itu diduga tidak dibelanjakan apa-apa, nama ketua penyelenggaranya yaitu pak Dana, tapi dia sebagai Pendamping Desa juga pak, walaupun itu nanti pengakuannya dibelanjakan itu mah anggarannya bukan bantuan dari dana ajuan proposal tersebut melainkan dari bantuan yang lain, sarana dan prasarana itu mah sudah ada cuma diaku dari anggaran dana Rp50 juta itu,” ungkap narasumber sembari memperlihatkan pdf proposal pengajuan permohonan bantuan.
Guna kelengkapan pemberitaan supaya berimbang, tim awak media mencoba meminta waktunya untuk bertemu dan konfirmasi kepada Dana selaku ketua penyelenggara atau kepala sekolah melalui sambungan chat WhatsApp, akan tetapi WhatsApp tim awak media malah diblokir oleh yang bersangkutan, Rabu (25/1).
Tak cukup berhenti disitu saja, kemudian tim awak media mencoba mendatangi sekolah kober Hidayatul Ummah tersebut, bermaksud menemui Dana sebagai kepala sekolah namun tidak bisa menemuinya.
Menurut penuturan warga sekitar bahwa Dana itu jarang terlihat di sekolah karena istrinya lolos PPPK di Bantarujeg. “Sekarang mah yang megangnya itu ibu Neng Irma, rumahnya deket mesjid sekolah SD,” ucap warga, Kamis (26/1).

Neng Irma Bendahara Kober Hidayatul Ummah Cibunut Argapura
Atas informasi dari warga, tim awak media berlanjut menemui Neng Irma di rumahnya. Menurut pengakuannya sebagai bendahara Kober Hidayatul Ummah bantuan dana sarana dan prasarana sebesar Rp50 juta itu sudah dilaksanakan dan dibelanjakan.
“Iya betul turun anggarannya Rp50 juta kan dana CSR tuh pak, itu mah da dulu yang dari Bandung nya juga sudah survey sudah beres, tidak ada sangkut paut apa-apa lagi, sudah direalisasikan pak di belanjakan untuk alat permainan sekolah terus kegiatan sekolah semua sarana prasana, ATK dalam, segala permainan ayunan, yang besar biayanya mah mandi bola, kwitansi keuangannya juga sudah beres sudah lama, iya pas cair juga uangnya dipakai untuk keperluan sekolah, soalnya kan disini belum komplit jadi pingin komplit agar menarik masyarakat biar banyak yang sekolah disini, kan ini di kampung ya pak, ke sekolah kober itu agak susah. Kalau berita acara ada di pak Dana, dan kebetulan saya sebagai bendaharanya dan baru mengajar 2 tahun,” bebernya Kamis, (26/1).
Neng Irma Bendahara Kober Hidayatul Ummah juga menyampaikan, untuk tenaga pendidik ada 2 orang, awalnya 4 orang, jumlas murid ada 35 orang.
“Sekarang mah yang mengajar itu ada 2 orang, tadinya ada 4 orang, yang satu pindah yang satunya lagi mau melahirkan, untuk jumlah murid ada 35 orang pas pengajuan proposal ada 29 orang, iya pak Dana mah memang jarang ke sekolahnya tuh pak kecuali ada acara aja, ya sudah lama kayanya mah menjadi pendamping desa tuh,” tambahnya.
Lanjutnya, untuk pembelanjaan itu dibelikan ke meja tenaga pendidik 5 buah, meja dan kursi peserta didik ada 60 paket tapi lebih dari itu karena siswanya sedikit sisanya ditaruh di gudang, terus lemari yang besar 1 buah, loker buat tempat buku dan mainan anak-anak jumlahnya 3 buah, prosotan 1, ayunan 1, jungkitan 1, mandi bola 1 set.
Namun, setelah di estimasi awak media, mengacu pada pengajuan proposal permohonan bantuan tentang satuan harga yang dijukan, jenis dan jumlah barang yang dibelanjakan itu lebih dari angka Rp50 juta.
Berikut rinciannya, untuk Meja Tenaga Pendidik 5 buah x Rp. 2jt=Rp. 10jt, meja+kursi peserta didik 60 set paket x Rp. 650rb=Rp. 39jt, lemari 1 buah x Rp. 2.jt=Rp. 2jt, loker 3 buah x Rp. 3jt=Rp. 9jt, prosotan 1 set x Rp. 3,5jt, ayunan 1 set x Rp. 4jt=Rp. 4jt, jungkitan 1 set x Rp. 3,5jt, mandi bola 1 set x Rp. 13jt, dengan jumlah total keseluruhan Rp. 86jt.
Tentunya hal ini jelas mengundang perhatian publik, yang mana menurut pengakuan dari pihak bendahara sekolah Kober Hidayatul Ummah, mengatakan pihaknya mendapat bantuan senilai Rp50 jt, sedangkan diestimasi awak media totalnya lebih dari 50jt, serta Neng Irma memberikan jawaban perihal tersebut, “iya karena kan kami membuat meja, kursi dan lemari itu dari tukang kayu yang ada disini jadi ada diskon biaya pembuatan gitu pak,” jelasnya.
Di waktu yang sama, tim awak media mencoba konfirmasi dengan Indra Kepala Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, mengatakan sepengetahuan dirinya bahwa bantuan tersebut itu cair dari bantuan aspirasi dewan, dan nanti akan dikomunikasikan dengan Bapak Dana nya.
“Yang saya tau itu, kober mendapat bantuan dari aspirasi dewan, mengetahui sih mengetahui sepengetahuan saya bantuannya dapat aspirasi dewan, nilainya Rp50 juta, cuma ya saya juga merasa berbangga hati dong karena kan pihak sekolah kober mencari jalan sendiri untuk bantuan dan dana itu cair alhamdulilah, ya nanti saya akan komunikasikan dengan pak Dana nya untuk bertemu langsung, dan memang benar itu kober binaan desa karena insentif juga kemarin ada dari anggaran dana desa,” tukasnya.
Kemudian pada hari Jumat, (27/1) tim awak media dipertemukan dengan pengelola Kober Hidayatul Ummah yaitu Dana dan istrinya Ema Ratnapur, S.Pd., yang dulu sebagai Wakasi Kesiswaan.

Pengelola Kober Hidayatul Ummah Bapak Dana Dan Istrinya Ema Ratnapur, S.Pd.
Ditemui di kantor Desa Cibunut, Dana dan Ema menyampaikan bahwa bantuan itu benar Rp50 juta dan sudah dibelanjakan untuk perehaban tambah sulam bangunan sekolah.
“Cuma begini pak, kalau dana nya mah itu dari BJB CSR ya tapi itu dikasih dari dana aspirasi,” ucap Dana.
“Kalau dana CSR mah katanya gak bisa besar cairnya paling kecil, ya kalau ada informasi seperti itu ya saya mah mangga, karena saya mah sudah diterapkan sesuai, tapi cuma dari proposal itu kan di acc segini jadi katanya mangga ibu prioritaskan dulu yang lebih penting,” ujar Ema.
Ketika awak media mempertanyakan, penuturan pihak sekolah dan Neng Irma sebagai bendahara itu ada sesuatu yang ganjal, setelah diestimasi bahwa pembelanjaan sarana dan prasarana itu lebih dari angka Rp. 50 jt yakni sekitar Rp. 89jt, dan lebihnya dari mana? Pihak sekolah menjawab itu dari swadaya masyarakat lebihnya.
“Lebihnya itu dari swadaya masyarakat, jadi maksudnya tuh gini, misalkan di satuan harga mah sekian-sekian, tapi kan kita teh, contoh bapak beli akua berapa sih harganya kalau beli dus an, kan pasti dibawah 2 ribu, terus kalau kita beli eceran berapa, contohnya seperti itu. Jadi neng irma itu tidak tahu harga barang itu sekian, ya segitu tuh meja dan kursi anak, meja guru, loker, rak sepatu, ada mainan juga, kalau mainan langsung beli dari Bandung. Iya itu juga uangnya dipakai tambal sulam untuk perbaikan atap karena bocor khawatir anak banyak yang terpeleset, swadaya itu tapi bukan berupa uang pak. Ini juga kita masih punya utang ke toko mainan tapi ngga apa-apa itu tanggung jawab kami. Kalau harga beli itu tidak sesuai dengan ajuan proposal itu, karena kami mengedepankan dulu yang terpenting,” pungkas Ema.
Lalu kejanggalan semakin terlihat, ketika ditanya awak media soal nota pembelian pihak sekolah tidak bisa menjawab dan tidak bisa memperlihatkan nota pembelanjaan tersebut. (Tengku Syafruddin)




