Dana BOS Se-Kecamatan Limau Dipotong Oknum K3S, Per Siswa Dirampok Rp30 Ribu

520

dutapublik.com, TANGGAMUS – Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Lampung berkilah terkait adanya dugaan potongan Dana BOS di setiap SD yang ada di Kecamatan setempat.

Padahal sebelumnya narasumber sangat jelas mengatakan potongan dana BOS tersebut sangat memberatkan pihak sekolah karena untuk kegunaan dana tersebut sangat tidak jelas, ada pun besaran potongan dihitung dari jumlah siswa di masing-masing sekolah dan juga nilai dananya pun bervariasi dari Rp30.000 ribu rupiah bahkan bisa lebih itu pun dihitung dari jumlah siswa dari sekolah masing-masing.

Menurut nara sumber dana yang dipotong dari dana BOS kemudian diambil oleh Bendahara K3S. “Kami tidak tau kegunaan uang tersebut memang kalau kita hitung uang Rp30 ribu itu tidak banyak tapi kalau uang tiga puluh ribu rupiah itu kita kalikan dengan jumlah siswa yang ada di Kecamatan Limau uang tersebut nilainya cukup besar,” ujar narasumber, beberapa waktu lalu.

“Saya sangat menyayangkan tapi apalah daya kami sebenarnya kami ini mengeluh tapi kami tidak bisa bicara sepertinya semua sudah diatur mereka dalam hal ini Ketua K3S dan Bendahara nya apa lagi Bendahara nya itu masih saudara dia sendiri,” bebernyam

“Intinya kami mengngeluh tapi apalah daya kami bagi kami, kalau kegunaannya jelas ya gak masalah tapi ini kan kegunaannya kami tidak tau mereka minta setoran segitu ya kami ngikut aja,” jelasnya.

Sementara awak media yang pernah menghubungi Ketua K3S via telpon selular menuturkan atas hasil konfirmasinya kepada Ketua K3S Subandi.

Saat awak media tersebut menyampaikan kepada awak media dutapublik.com, Ketua K3S mengatakan padanya pada waktu itu uang tersebut digunakan untuk Operasional Kantor SPLP ada Operator Kecamatan yang memang harus dibayar dan juga bukan hanya itu kegunaan uang tersebut itu juga nilainya tidak sebesar itu, terang Ketua K3S yang ditirukan oleh awak media pada Kamis (26/1).

“Yang jelas kegunaan uang tersebut untuk Operasional Kantor ada juga Operator yang harus dibayar Operator Kecamatan yang bertugas di kantor dan bukan itu saja kegunaannya,” kembali i@ menirukan apa yang disampaikan K3S padanya.

Sementara itu, K3S Subandi saat dihubungi awak media dutapublik.com via telepon selular terkait permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini membantah informasi di atas.

Ketua K3S Kecamatan Limau Subandi mengatakan hal tersebut tidak benar dan tidak ada potongan dana BOS lagipula permasalah itu sudah selesai karena yang menemukan masalah ini tidak bisa membuktikan.

“Masalah itu sudah selesai kerena memang tidak ada potongan dan itu juga sudah dimusyawarahkan hasil kesepakatan dan juga mereka yang menemukan masalah ini tidak bisa membuktikan,” terang Subandi pada Selasa (31/1).

Sementara saat disinggung pihak mana yang bisa memvonis suatu permasalahan dan menyatakan tidak terbukti, Subandi enggan untuk membeberkan. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *