Banyak Hal Janggal, Pemborong Proyek Pengaspalan Desa Sumbersari Diduga Main Curang

532

dutapublik.com, BEKASI – Proyek pengaspalan di Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran yang sudah rampung kurang lebih seminggu yang lalu, dikritisi warga dan anggota LSM Ikapud Nusantara DPC Pebayuran. Kritikan ini dilayangkan karena diduga pekerjaannya pemborong tidak maksimal yang menyebabkan kualitas aspal yang menelan anggaran hingga Rp. 149.215.611 itu rendah dan tidak melekat dengan baik.

Papan Informasi Proyek Pengaspalan Di Desa Sumbersari

Diketahui selaku pemborong pengerjaan pengaspalan tersebut adalah CV. Adhi Karya Persada. Pemborong diketahui melakukan pekerjaan pada malam hari, dimulai sekitar pukul 22:00 WIB sampai dengan selesai.

Lutfi salah seorang warga menuturkan kepada awak media dutapublik.com, terkait pengerjaan aspal tersebut ada yang janggal seperti kesalahan lokasi desa dalam papan informasinya dan kurangnya penerangan waktu pengerjaan sebabkan hasil pengaspalan tidak maksimal.

“Pada saat pengerjaanpun saya rasa kurang efektif dari mulai waktu pengerjaannya pada malam hari, juga tidak terlihatnya menggunakan kompresor untuk membersihkan debu atau minimal tukang sapu.” ujarnya Lutfi, Rabu (13/10).

“Juga dilihat di papan informasi beda dengan lokasi yang dikerjakan, di plang itu dari Reluk Haur sampai Teluk Ambulu sedangkan ini Desa Sumbersari, dan aspalnyapun kurang merekat dengan baik,” tutur Lutfi menambahkan.

Lutfi juga menambahkan selaku warga dirinya berharap agar semua proyek pembangunan yang berjalan di Kabupaten Bekasi, pengawasannya harus diperketat agar hasilnya jadi maksimal.

“Saya harap semua pengawas dari dinas terkait untuk lebih memperhatikan lagi, jangan sampai uang masyarakat mubadzir, udah jadi tapi tidak dirasakan seperti apa yang diharapkan masyarakat,” tambahnya.

Hal Senada juga disampaikan oleh Gatot selaku Panglima LSM Ikapud Nusantara DPC Pebayuran. Dirinya merasa kecewa ketika melihat hasil pengaspalan di Desa sumbersari tersebut.

“Kami menduga aspal tersebut tidak sesuai spek, terlihat dari hasilnya yang masih kasar dan tipis. Kami menduga pemborong main curang,” ungkapnya. (Iwan Ridwan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *