dutapublik.com, PESISIR BARAT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan menyasar pemilih pemula di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesisir Barat, Senin (4/8).
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Pesisir Barat, Ayu Megasari, S.S., M.Sos., bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Koordinator Sekretariat dan staf Bawaslu Pesisir Barat, sebagai bentuk komitmen lembaga dalam memperluas pendidikan politik di kalangan pelajar.
Dalam amanatnya, Ayu Megasari menekankan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, keterlibatan aktif mereka dalam mengawasi proses demokrasi sangat penting untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu, seperti politik uang, hoaks, maupun kampanye hitam.
“Kami mengajak adik-adik semua untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap proses demokrasi. Pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga negara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tentang berbagai ancaman terhadap demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga penyalahgunaan kekuasaan, yang sering terjadi menjelang pelaksanaan pemilu. Menurutnya, hal-hal tersebut hanya bisa dicegah jika masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kesadaran dan keberanian untuk melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pesisir Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengawasan partisipatif sebagai salah satu pilar utama menjaga integritas pemilu. Edukasi kepada pemilih pemula dinilai sangat penting, mengingat jumlah mereka yang signifikan dan potensinya sebagai pemilih yang rasional serta kritis.
Sebagai informasi, pengawasan partisipatif merupakan strategi penting Bawaslu dalam mengajak masyarakat untuk turut mengawal seluruh tahapan pemilu secara aktif. Dengan melibatkan pemilih pemula, diharapkan tumbuh budaya demokrasi yang kuat dan berintegritas sejak dini. (S.N)






