Beras Bubuk, Berbau Dan Berkutu Dikeluhkan Warga Penerima Subsidi

564

dutapublik.com, PURWAKARTA – Bantuan pemerintah subsidi BLT BBM, BPNT dan PKH serentak disalurkan pada awal Desember 2022, diharapkan dengan bantuan tersebut dapat membantu warga masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi untuk meringankan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan pokok.

Namun amat disayangkan dengan apa yang terjadi di Desa CH Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta, menurut keterangan beberapa warga, bahwa  beras yang diterima  seberat 30 kg yang dibagikan di kantor desa tersebut sudah berbau dan berkutu. Kamis (1/12).

Atas keterangan beberapa warga tersebut pihak awak media melakukan pantauan ke lapangan untuk mencari kebenarannya.

Hasil temuan di lapangan di beberapa ke RT an nyata ditemukan bahwa beras tersebut memang berbau dan berkutu. Selain itu, juga didapati beras tersebut lebih dari setengahnya setelah ditampi bentuknya beras bubuk / beunyeur (Sunda).

“Ini berasnya bau pak, anak saya juga nggak mau makan dan bilang mamah beli beras teh yang bagus coba, ini gak mau, ” uacap warga menirukan ucapan anaknya. Sabtu (3/12). 

Baca Juga:  Peduli Palestina, Karang Taruna Bondol Galang Dana Di Jalan 

Bahkan di ke RT an lainnya, ada warga yang mau mengembalikan beras tersebut ke kantor desa, namun pihak desa menjawab kenapa nggak bersyukur, kalo gak mau ya sudah beras ini akan didonasikan.

“Saya pernah coba kembalikan beras tersebut ke desa, tapi jawabannya, kok nggak bersyukur, ya kalo nggak mau ya sudah akan disumbnagkan saja ke gempa Cianjur, ” kata warga menirukan.

Atas temuan tersebut pihak awak media menanyakan teknis pembagian bantuan kepada warga. Dijelaskan warga, bahwa setelah warga menerima uang sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) uang tersebut lalu diserahkan kepada petugas di kantor desa, kemudian warga dipanggil masuk ke suatu ruangan dan warga menerima beras, wortel, kacang hijau, buah pir dan telor .

Baca Juga:  Banyak Kejanggalan Terkait Data Penerima Program PKH, LSM Kompak Koalisi Sambangi Dinas Sosial Kabupaten Bekasi

“Kan kumpul di desa, setelah menerima uang langsung diserahkan ke orang desa, lalu masuk suatu ruangan, kemudian menerima beras 30 kg, Wortel 3 kg, kacang hijau 3/4 kg, buah pir 9 buah dan telor 15 butir, ” kata warga yang tak mau disebut namanya karena takut didatangi pihak desa.

Saat disinggung siapa yang mensuplai barang  tersebut, warga mengaku tidak tahu, hanya setahu warga barang itu sudah ada di desa.

“Soal siapa yang menyediakannya, saya kurang tahu pak, yang saya tahu barang tersebut sudah berada di kantor desa, ” kata warga lagi.

Untuk keberimbangan pemberitaan, tim awak media mencoba menghubungi Kepala Desa CH lewat WhatsApp untuk konfirmasi terkait hal tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak pemdes CH. (Tim).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *