BKKBN Provinsi Lampung Gelar Sosialisasi KIE Program Bangga Kencana

382

dutapublik.com, LAMPUNG SELATAN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana di GOR Mustafa Kamal Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (7/10).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir anggota Komisi IX DPR RI Dr. (HC). Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Sistha Atisomya, S.Psi., M.Si., Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Drs. Rudi Budiman dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan Eka Riantinawati, S.K.M., M.Kes.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars KB.

Zulkifli Hasan, dalam sambutannya menyampaikan semangat kepada generasi muda terkait regenerasi pemimpin serta pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi muda di masa mendatang.

“Bisa kita saksikan, banyak anak dari orang tua yang berprofesi sebagai Petani mampu menjadi Polisi dan Tentara serta mampu menempuh Pendidikan di luar negeri. Maka dari itu generasi muda tidak boleh menyerah dan harus berdiri tegak menatap masa depan, karena generasi muda kelak menjadi bakal calon pemimpin Negeri ini,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan itu, lanjutnya, semua dibutuhkan peran keluarga dalam mencetak generasi muda di masa mendatang.

Sementara, Eka Riantinawati selaku Narasumber mengungkapkan capaian-capain, target dan kendala dari program kerja Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan.

“Saat ini, di Kabupaten Lampung Selatan telah terdapat 28 Desa Kampung KB dengan 1 Kampung KB dijadikan sebagai percontohan dan telah melaksanakan Stunting di 28 Desa. Pendataan Keluarga telah mencapai 293.863 Keluarga dan target CPR untuk PA dan PB telah mendekati target yang telah ditetapkan,” sebutnya.

Ditambahkan Eka, dalam menjalankan tugasnya, pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan mengalami kendala, seperti Keterbatasan SDM, sarana dan prasarana penunjang yang belum memadai, keterbatasan jangkauan IT dan keterbatasan alat kontrasepsi.

Di tempat yang sama, Narasumber kedua Sistha Atisomya sebagai perwakilan dari BKKBN pusat menyampaikan materi tentang Stunting.

“Permasalahan Stunting di Indonesia saat ini menjadi tantangan bersama dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas. Saat ini, persoalan Stunting menjadi agenda yang penting karena Stunting tidak hanya menyerang fisik, namun juga perkembangan kemampuan otak yang menjadi kurang maksimal, yang dapat menyebabkan kemampuan belajar anak menjadi di bawah rata-rata serta bisa berdampak pada prestasi sekolah yang tidak cemerlang,” terangnya.

Menurut Atishomya, sumber kasus Stunting antara lain disebabkan Kelahiran Premature, Bayi lahir dengan ukuran rendah (BBLR) dan juga karena kurangnya asupan makanan, sakit, ASI kurang ataupun kematian Ibu.

“Kunci pencegahan Stunting adalah di seribu Hari Pertama Kelahiran (HPK). Sehingga, perlu adanya perhatian yang diberikan kepada Ibu Hamil dan Balita, baik terkait penyediaan pangan yang aman dan bergizi, kesehatan maupun penyediaan kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Sebelum penutupan acara, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Drs. Rudi Budiman menjelaskan apa saja yang ada dalam program Bangga Kencana.

“Program Bangga Kencana merupakan salah satu program dari BKKBN yang berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Indonesia. Program Bangga Kencana bertujuan untuk mencari solusi atas penanganan kasus stunting di Indonesia,” paparnya.

Mengingat kasus Stunting akan menjadi salah satu penghambat utama dalam wujudkan generasi yang berkualitas di Indonesia. Selain Stunting Program Bangga Kencana, juga berfokus pada pencegahan mental disorder atau autism,” pungkasnya.

Pada akhir kegiatan, diisi dengan kuis yang disampaikan oleh Narasumber, pertanyaannya seputar paparan Narasumber, masyarakat yang mengikuti sosialisasi ini sangat antusias menjawab pertanyaan dari Narasumber. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *