Bukannya Tanggung Jawab, Mafia TPPO Timur Tengah Ratna Ancam Siksa PMI

8

dutapublik.com, KARAWANG – Ratna, yang diketahui merupakan istri dari Effendi alias Epen, warga Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ternyata diduga merupakan jaringan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Modus yang mereka lakukan yaitu, Effendi, bertugas mecari para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang nantinya akan diproses secara nonprosedural ke negara tempatan Timur Tengah.

Sedangkan, Ratna, berperan sebagai pencari Majikan di negara Negeri Unta. Karena, Ratna, merupakan salah satu purna PMI di negara tempatan Timur Tengah, yang sebelumnya, bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Setelah modus dugaan kejahatan TPPO mereka terbongkar dengan adanya pengaduan dari salah satu keluarga PMI, yaitu, Dea Sapitri (23), Ratna, bukannya bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut, dirinya diduga malah melakukan intimidasi kepada keluarga PMI Dea Sapitri.

Hal itu terungkap, Ketika salah satu keluarga PMI Dea Sapitri, medapat pesan suara dari Ratna, dalam Bahasa Sunda, yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp belum lama ini.

“Gue sudah memproses orang (PMI_red) sudah ada 30 orang. Gak ada yang seperti Elo berdua kayak begitu, Watak dan kelakuannya. Ditolongin, Elo semua malah mencekik akan membunuh Gue. Gak mikir, Elo, nanti akibatnya keluarga Elo, di kampung. Siapa sih, yang ingin berangkat bekerja? Kelilit utang di sini, ingin berangkat bekerja. Gak ada hentinya orang tua, suaminya ngizinin, orang tuanya ngizinin yang punya keinginan.”

Baca Juga:  Tukang Intip Asal Cileunyi Diciduk Polisi

“Sekarang ke Gue mau menjerumuskan. Balas budinya dengan Jahanam ke Gue. Kurang ajar. Gue di kampung berupaya begini begitu. Sekarang ditolongin malah seperti itu. Gak tahu berterima kasih. Udah pada tua bangka, gak tahu berterima kasih orangnya, udah ditolongin. Kelilit utang, minta uang ini itu, Gue upayakan,” Hardik, Ratna, dalam pesan suara aplikasi WhatsApp.

Ratna, mengatakan bahwa seharusnya keluarga PMI Dea Sapitri, tahu berbalas budi setelah ditolong olehnya.

“Orang itu, minimal ada balas budi, walaupun hanya dalam ucapan. Ditolongin dalam keadaan terpepet, tersedak. Ingin buka usaha, emangya gampang di kampung? Lihat aja orang lain, di kampung itu harus pakai duit, kemana mana juga harus pakai duit. Itu padahal dapat duit, Ya Allah, dapat duit. Walaupun hanya pinjaman, tapi dapat duit, dikasih pula. Sampai tega menjerumuskan orang. Gak mikir keluarga sendiri nanti bagaimana akibatnya? Jangan begitu kalau jadi orang,” katanya dengan nada suara tinggi.

Baca Juga:  Isu Tambang Emas Ilegal Di Kotanopan Kembali Beroperasi Dipastikan Hoax

Bukan hanya itu, Ratna, juga berbicara masih dengan nada tinggi, melontarkan perkataan yang menuduh keluarg PMI Dea Sapitri, merasa paling jagoan.

“Merasa paling jagoan, merasa paling mampu, merasa paling kaya, di kampung,” tuturnya.

Dalam pesan suara tersebut, Ratna, mengancam akan menyiksa PMI Dea Sapitri.

“Gue kurang apalagi memperjuangkan. Elo, kan, masuknya Elegence, diizinin. Mau bagaimanapun ada buktinya, puyna Igamah, punya Paspor, punya Majikan, punya Visa. Kalau Elo, dijual, digermoin, dijual dilontein, Nah, baru, menuntut ke Gue. Mau bunuh Gue juga, Gue siap. Tapi Elo, kan, di situ bekerja. Ingin bekerja, jangan banyak pura-pura, banyak sandiwara hidupnya. Lihat aja menyiksa Gue, Elo, bakal disiksa lebih parah,” ancamnya. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *