Bupati Blora Sholat Ied Di Masjid Agung Baitunnur

385

dutapublik.com, BLORA – Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di Masjid Agung Baitunnur Alun-alun Blora.

Rombongan berjalan kaki dari Pendopo Rumah Dinas Bupati menuju Masjid Agung Baitunnur yang berjarak sekitar 200 meter. Masing-masing bersama keluarga dan disambut Takmir di depan gerbang Masjid.

Sebelum Sholat Ied dimulai, diawali terlebih dahulu dengan sambutan Bupati Arief mengucapkan selamat Idul Fitri, selamat datang pemudik, dan mengajak para Diaspora Blora untuk mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H untuk seluruh warga masyarakat Blora, mohon maaf lahir dan batin. Selanjutnya selamat datang juga bagi para pemudik di kampung halaman. Maaf jika perjalanannya kurang nyaman karena memang masih banyak jalan rusak, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur di 2022 ini,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran pembangunan infrastruktur jalan tahun 2022 ini ditingkatkan. Dari sekitar Rp100 miliar di 2021 tahun lalu menjadi hampir Rp300 miliar di 2022 ini.

“Bahwasanya dalam membangun Blora ini kami bersama Bu Wakil Bupati tidak bisa sendirian. Saran masukan dari para sesepuh dan Diaspora Blora yang sedang pulang kampung sangat kami nantikan. Kami sangat terbuka, monggo kita Sesarengan mBangun Blora,” katanya.

Dikatakan Arief, tidak hanya pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, Pendidikan Keagamaan dan Pendidikan umum juga terus ditingkatkan.

“Program 1 Desa 2 Sarjana, program Blora Mengaji, Blora Bersholawat dan lainnya akan terus kita lanjutkan. Kita ingin pembangunan dunia dan akhiratnya seimbang. Dunianya dapat, akhiratnya dapat,” sambungnya.

Sedangkan di bidang kesehatan, lanjut Arief, kualitas pelayanan kesehatan juga akan ditingkatkan dengan adanya penambahan rumah sakit di wilayah barat dan selatan.

“InsyaAllah di 2023 nanti pembangunan rumah sakit di Kunduran dan Randublatung akan kita mulai. Di Kunduran akan berdiri rumah sakit Bhayangkara yang kita kerja samakan dengan Polri. Sedangkan di Randublatung akan kita bangun RSUD. Sejulah rumah sakit swasta di Blora dan Cepu juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas,” imbuhnya.

Selanjutnya di sektor ekonomi, Arief menyatakan, bahwa potensi UMKM di Kabupaten Blora saat ini sangat bagus. Sehingga terus didorong dan difasilitasi untuk maju.

“Kita gelar pameran UMKM selama Ramadan kemarin agar pertumbuhan ekonomi lokal kita terus bergerak. Sedangkan mulai kemarin kita luncurkan Pusat Oleh-Oleh khas Blora yang berisi produk UMKM di selatan Alun-alun Blora. Harapannya para pemudik bisa ikut membeli dan mengenalkan produk UMKM Blora lebih luas,” terangnya.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Ied. Adapun yang bertindak sebagai imam adalah KH Muharror Ali, pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora. Pelaksanaan Sholat dengan 7 kali Takbir di Rakaat pertama, dan 5 kali Takbir di Rakaat kedua.

Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan khotbah Idul Fitri dan doa bersama yang disampaikan oleh KH. Nur Salim, Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Al Banjari Tunjungan. Dalam khotbahnya, KH. Nur Salim mengajak seluruh umat muslim untuk tidak bosan membangun tali silahturahmi di momentum Idul Fitri seperti ini.

“Arti kemenangan sesungguhnya ketika seseorang mampu membangun silahturami dengan siapapun, kemudian saling memaafkan dan mengasihi setelah sebulan berpuasa. Jika ini mampu kita laksanakan dengan ikhlas tanpa paksaan, InsyaAllah hidup kita terasa menyenangkan,” tuturnya.

Terakhir, Bupati dan jajaran Forkopimda melakukan jabat tangan bersama, bersilahturahmi dengan para jamaah Masjid yang hadir. (Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *