DARI PERSAHABATAN MENJADI SINERGI Herman Habibullah dan Adrianus Marsel, Dua Sahabat yang Terus Merawat Persatuan di Mempawah

4

dutapublik.com, MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT — Persahabatan yang terjalin sejak 2019 antara Herman Habibullah dan Adrianus Marsel menjadi salah satu gambaran bahwa perbedaan latar belakang, etnis, maupun organisasi tidak selalu menjadi sekat dalam membangun hubungan sosial.

Keduanya justru menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk saling mengenal, bertukar pandangan, sekaligus membangun komunikasi yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Saat pertama kali menjalin persahabatan, Herman Habibullah dikenal sebagai Ketua Madura LASKAR SAKERA (Laskar Satuan Keluarga Madura). Sementara Adrianus Marsel ketika itu dipercaya sebagai Ketua Ikatan Pemuda Dayak.

Pertemuan dan komunikasi yang awalnya berkembang dalam lingkungan organisasi kemudian berlanjut menjadi hubungan persahabatan yang lebih luas. Keduanya tidak hanya bertemu dalam kegiatan organisasi, tetapi juga membangun komunikasi secara personal untuk membicarakan berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Perjalanan Waktu Tidak Memutus Persahabatan
Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab dan peran keduanya mengalami perkembangan. Adrianus Marsel kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah.

Meski kesibukan organisasi dan tanggung jawab masing-masing semakin besar, hubungan persahabatan yang telah dibangun sejak 2019 tetap dipertahankan.

Komunikasi antara Herman dan Adrianus terus berjalan. Ketika memiliki kesempatan dan waktu luang, keduanya masih menyempatkan diri untuk bertemu, bersilaturahmi dan berdiskusi.

Bagi mereka, pertemuan tersebut bukan sekadar pertemuan dua sahabat. Di dalamnya terdapat ruang untuk bertukar pemikiran mengenai berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk bagaimana menjaga komunikasi antarkelompok agar tetap berjalan secara sehat.
Persahabatan tersebut juga menjadi contoh bahwa hubungan lintas etnis dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

Perbedaan Sebagai Kekuatan
Herman Habibullah dan Adrianus Marsel berpandangan bahwa keberagaman yang ada di Kabupaten Mempawah merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Masyarakat Mempawah hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya dan organisasi. Kondisi tersebut membutuhkan komunikasi yang baik agar setiap perbedaan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.

Baca Juga:  DPRD Mempawah Dorong Pembentukan Satgas untuk Atasi Persoalan Distribusi Solar Subsidi

Menurut keduanya, perbedaan tidak semestinya dijadikan alasan untuk membangun jarak. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila masing-masing pihak mampu memahami, menghormati dan menghargai satu sama lain.
Karena itu, komunikasi menjadi salah satu hal yang terus mereka jaga.

Dalam berbagai kesempatan, pembicaraan keduanya tidak hanya berkaitan dengan kepentingan organisasi, tetapi juga menyentuh persoalan sosial, kerukunan masyarakat, generasi muda, kebudayaan serta pentingnya menjaga suasana kondusif di Kabupaten Mempawah.
Mendorong Edukasi dan Komunikasi Masyarakat
Keduanya juga berupaya mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Edukasi tersebut terutama berkaitan dengan pentingnya menjaga hubungan antaretnis dan antargolongan, menyelesaikan persoalan melalui komunikasi serta menghindari tindakan yang dapat memperbesar konflik.
Dalam kehidupan bermasyarakat, persoalan kecil terkadang dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila tidak disikapi dengan komunikasi yang baik.

Karena itu, Herman dan Adrianus menilai bahwa tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda maupun elemen organisasi memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan contoh dalam membangun komunikasi yang sehat.

Persahabatan keduanya menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pesan tersebut.
Tidak Harus Sama untuk Bisa Bersama
Herman dan Adrianus menyadari bahwa mereka berasal dari latar belakang yang berbeda.

Namun, perbedaan tersebut tidak menghalangi keduanya untuk duduk bersama, berdiskusi dan mencari titik temu.
Justru dari perbedaan itu muncul pemahaman bahwa persatuan tidak harus dibangun dengan menghilangkan identitas masing-masing.

Setiap kelompok tetap dapat mempertahankan budaya, adat dan identitasnya, tetapi pada saat yang sama tetap menghormati kelompok lain.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan persahabatan mereka selama bertahun-tahun.

“Persahabatan ini bagi kami bukan hanya tentang hubungan pribadi. Ada tanggung jawab moral untuk terus menjaga komunikasi, memberikan edukasi, dan mencari solusi ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.”
Menjaga Mempawah Sebagai Rumah Bersama
Memasuki masa mendatang, Herman Habibullah dan Adrianus Marsel berkomitmen untuk tetap menjaga komunikasi dan hubungan baik yang selama ini telah terbangun.

Baca Juga:  Polisi Salurkan Bansos Kepada Warga Yang Terdampak Covid-19 Di Masa PPKM Darurat Level 4

Keduanya berharap komunikasi lintas etnis, lintas organisasi dan lintas generasi di Kabupaten Mempawah dapat terus berkembang.
Apabila muncul persoalan di tengah masyarakat, mereka mendorong agar penyelesaian dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, edukasi serta pendekatan yang tidak memperkeruh keadaan.

Menurut mereka, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana setiap persoalan dapat disikapi dengan kepala dingin dan tidak mengorbankan kerukunan yang telah dibangun bersama.

Persahabatan yang dimulai sejak 2019 tersebut pada akhirnya berkembang menjadi sebuah sinergi.
Bukan sekadar hubungan antara dua individu, tetapi juga menjadi simbol bahwa komunikasi lintas etnis dapat berjalan ketika dibangun atas dasar saling menghormati.

Madura dan Dayak bukan untuk dipertentangkan. Perbedaan bukan untuk dipertajam. Keberagaman bukan untuk menjadi sekat.
Mempawah adalah rumah bersama yang harus dijaga bersama.

Selama masih ada ruang untuk duduk bersama, berbicara, berdiskusi dan mencari solusi, maka setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat memiliki peluang untuk diselesaikan dengan cara yang lebih bijaksana.

Persahabatan Herman Habibullah dan Adrianus Marsel sejak 2019 menjadi pengingat bahwa persatuan tidak selalu lahir dari kesamaan.
Terkadang, persatuan justru tumbuh dari dua perbedaan yang memilih untuk saling memahami.
Dari persahabatan, lahir komunikasi.

Dari komunikasi, tumbuh kepercayaan.
Dan dari kepercayaan, terbentuk sinergi untuk menjaga Mempawah tetap damai, rukun dan harmonis. ( Hery )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *