Diduga Jadi Lahan Korupsi, TPK Belum Beri Penjelasan Soal Pembangunan Gedung TPA Pekon Way Panas

469

dutapublik.com, TANGGAMUS – Waw luarbiasa pembangngunan Gedung Taman Pendidikan Al Quran Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, yang dianggarkan dari dana desa tahun anggaran 2021 lalu diduga menjadi lahan Korupsi. 

Pasalnya gedung Taman Pendidikan AlQuran (TPA) yang berukuran 5 x 9 meter tersebut menghabiskan anggran sebesar Rp. 100.000.000, (seratus juta rupiah) lebih. Dengan menghabiskan dana yang cukup pantastis, namun sangat disayangkan saat awak media menyambangi kediaman selaku TPK pembanunan gedung yang bersangkutan tidak ada di tempat. 

Saat disinggung soal anggaran gedung TPA, Ketua Badan Himpun Pemekonan (BHP) Idham, malah terheran-heran sambil berkata alangkah banyaknya duit. 

Menurut, Idham pembangun gedung TPA di Dusun 4 itu ia mengetahuinya, tapi mengenai berapa anggarannya ia mengaku tidak tahu.

“pembangun gedung TPA di Dusun 4 itu saya memang tau, tapi kalau soal anggaran dan besaran dana yang di alokasikan saya sendiri gak tau pasti, karena yang penglola anggaran ya pak Hadi Barto selaku Kepala Pekon. selain Kepala Pekon dan Sekdes yang paling memahami anggaran pembangunan gedung TPA ya tak lain ada lah TPK karena dia sebagai pelaksana di lapangan, jadi apa pun itu sebagai TPA dia yang bisa menjelaskan yang lebih detil lagi, ” terang Idham. 

Gedung TPA kan gak ada sekat sekat ruangannya dia cuma berbentuk kotak aja labar 5 meter panjang 9 meter. Kita semua tau harga material, ada pun harga satuan bahan martrialnya kita semua tau juga seperti atap abis brapa lembarnya, kayu brapa kubik, pasir brapa mobil, batu bata brapa ribu buah dan yang lain semua itu bisa kita rinci. Ongkos tukang brrapa kira-kira abis apa gak uang senilai setatus juta rupiah,” beber Idham pada Jum,at (6/1). 

Lanjut Idham, saya berharap terutama sama pak Kakon dan perangkat yang lain, kalau ada Lambaga atau Madia menanyakan terkait anggaran atau pun kegiatan pemerintah Pekon untuk dapat memberikan keterangan yang baik dan benar jangan sekali-kali mencoba untuk menutup-nutupi, karena itu menyangkut uang negara terutama bagi masyarakat Pekon Way Panas wajib diketahui itu bentuk keterbukaan pamerintah dengan masyarakat. 

“Iya keterbukaan itu perlu biar gak saling menyalahkan seperti TPA TPK nya lah yang bisa menjelaskan karena dia yang bersentuhan langsung dengan kegiatan terseut yang jelas intinya jika TPA itu tidak sesuai dengan anggaran TPK dan pak Kakon lah yang harus bertanggung jawab,” pungkasnya. Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari TPK maupun Kakon atau yang mewakilinya, terkait pembangunan TPA tersebut.(Sarip). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *