dutapublik.com, TANGGAMUS – Bantuan Jambanisasi ODF/WC tahun 2021 lalu di Pekon Way Panas Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus diketahui menghabiskan anggaran yang cukup fantastis dengan jumlah yang tidak sedikit hingga menyentuh angkat Rp67.997.000. Hal ini kembali dipertanyakan publik.
Sebelumnya memang telah diberitakan terkait bantuan ODF/WC yang dianggarkan dari dana desa, dengan anggaran yang begitu besar namun fakta di lapangan bisa dibilang jauh dari kata layak. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus merogoh kocek pribadi untuk mencukupi matrial, karena matrial yang diberikan hanya seadanya.

Closet Bantuan Proyek Jambanisasi Pekon Way Panas Nampak Tidak Layak Pakai
“Kami warga dikasih barang matrialnya, dana dikasih uang Rp 60 ribu itupun lubang sepitengnya kita gali sendiri kalau untuk matrialnya Semen 2 zak, Paralon 1 unit, closet 1 unit, batu bata 200 Buah dan pasir, itu pun sebanyak 1 mobil L300. Pasir sebanyak 1 mobil L300 itu dibagikan untuk 4 KPM kalau upah tukangnya dari Pekon yang bayar kita gak tau udah urusan mereka,” ujar KPM di Dusun Tiga, pada Jumat (6/1).
“Kalau mau dikatakan cukup ya gak cukup tapi mau gimana lagi, kan bantuannya cuma sebatas itu. Bagi KPM yang lain, saya juga gak tau sama apa gak nya kalau mau jadinya bagus ya kita harus nambah sendiri lah matrial dan upah tukangnya tapi saya gak ada dana untuk nambah ya diterima apa adanya itu juga saya masih beli sendiri untuk sambungan paralonnya,” sambungnya.
“Iya yang pasti saya sebagi KPM hanya menerima bantuan itu biar lebih jelas lagi Semen 2 zak, Paralon 1 batang closet 1 unit, batu bata 200 buah dan pasir, pasirnya itu 1 mobil L300 pasir dibagikan dengan 4 KPM,” pungkasnya.
Selanjutnya awak media mengkonfirmasi Ketua Badan Himpun Pemekonan (BHP) setempat. Idham selaku Ketua BHP, sangat menyayangkan masalah ini.
Menurut Idham bantuan ODF/WC itu sangat tidak layak harusnya pemerintah Pekon mengkaji ulang sebelum dimasukkan dalam perencanaan. “Misal kalau kita anggarkan sekian unit kira-kira dana yang kita anggarkan cukup gak kalau udah kita hitung dengan anggaran sekian itu tidak cukup, jangan dipaksakan,” ujar Idham.
“Harapan saya kepada Pemeritah Pekon Way Panas jangan bekerja seperti di kejar target sebelum kita menetapkan suatu program, program itu ada jenjangnya ada jangka panjang ada jangka menengah, contoh seperti WC ini aja kalau kita bikin WC untuk warga 60 unit misalnya tapi hasilnya tidak maksimal, lebih baik kita bikin 20 unit tapi hasilnya memuaskan,” beber Idham.
“Intinya kalau untuk WC ini bukan katanya katanya lagi saya liat dengan mata saya sendiri gak perlu jauh-jauh tetangga saya sendiri kan dapat batuan itu, justru yang masih saya pertanyakan tim monev dari Kecamatan sama PLD bagaimana hasil monevnya di lapangan, soalnya kalau saya menilai bisa saya simpulkan itu sangat sangat tidak layak,” pungkas Idham. (Sarip)





