dutapublik.com, BEKASI – Oknum salah satu ketua organisasi wartawan di wilayah Jakarta, yang berinisial MHK, dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, oleh Ir. Y. Ardiyono, selaku korban dugaan tindak pidana penipuan dan Penggelapan.
Laporan Polisi tersebut teregister dengan nomor: LP/B/848/IV/2023/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA.
Dalam keterangan persnya, Ardiyono, mengatakan, bahwa MHK yang akrab dipanggil O, telah sengaja memecundangi dirinya dengan menipunya mentah-mentah.
“Saya tadinya meminta kepada Sdr. O sebagai wartawan untuk memublikasikan tentang pemberitaan, dan saya sudah berikan uang sesuai yang diminta sebagai jasa dengan saya transfer saat itu juga dan dijanjikan paling lambat besoknya naik tayang. Namun, sampai lebih 2 minggu selalu saja banyak alasan atau tidak ada beritanya.”
“Berkali-kali saya tanyakan melalui chatingan wa dan telepon, tetapi tidak dijawab. Bahkan, nomor Hp saya diblokir semua. Sehingga, pada Sabtu, (1/4), saya buka Laporan Polisi ke Polres Metro Bekasi,” terang Ardiyono kepada media. pada Selasa (4/4).
Ardiyono, yang juga mantan Ketua DPC PPWI Kabupaten Bekasi, menuturkan, bahwa dirinya tidak bermaksud menyerang para wartawan. Namun, Ardiyono, hanya ingin menjaga profesi wartawan, dari oknum-oknum yang mengotori nama baik profesi wartawan.
“Sebelumnya saya mohon maaf kepada rekan media dan wartawan di seluruh Indonesia, terkait pelaporan ini. Saya hanya ingin memberikan efek jera, jangan sampai profesi wartawan dikotori oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan wartawan, profesi yang kita cintai ini,” ucapnya.
Sementara itu, O, saat dihubungi media melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa masalah ini berawal dari pelapor meminta tayang berita terkait kasus yang dialaminya.
“Namun, dari rekan-rekan media tidak ada yang mau tayang karena dinilai tidak layak. Dan separuh uangnya sudah saya balikin, dan sebelumnya, Ardiyono, mengancam saya kalau dirinya mau buka laporan. Saya bilang silahkan saja, memangnya saya kriminal dan uangnya juga gak seberapa, dan sudah saya balikin separuhnya,” tuturnya. (Red)






