Diduga Sakit Hati Oleh Kades, Seorang Warga Nekat Gantung Diri

671

dutapublik,com, PURWAKARTA – Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di saung kebun milik warga. Diduga pria setengah baya yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu karena faktor sakit hati.

Hal itu diketahui dari pesan yang diduga ditulis oleh orang yang bunuh diri tersebut, dengan menggunakan tulisan spidol hitam di selembar kertas diikatkan pada lubang ikat pinggang celanya.

Adapun tulisan tersebut berbunyi Urang Kapaksa Ngahiri Hirup Gagara Si Iwan Kuwu Jeung Pamajikana, Urang Geus Cape Dijieun Boneka Ku Si Kuwu (Saya Terpaksa Mengakhiri Hidup Gegara Si Iwan Kepala Desa Dan Istrinya, Saya Sudah Cape Dijadikan Boneka Oleh Kepala Desa).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pria yang melakukan bunuh diri tersebut diketahu bernama Asep Hartono (58) warga Desa Nangerang Kecamatan Wanayasa.

Asep ditemukan warga sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi, sudah menggantung tidak bernyawa di salah satu saung milik warga.

Asep menggunakan baju belang hijau hitam, dengan celana panjang kain berwarna hitam, ditemukan sudah tewas mengantung dengan seutas tali tambang berwarna putih.

Kapolsek Wanayasa Iptu. Budi Suheri membenarkan jika di wilayah hukumnya ada kejadian diduga bunuh diri dengan cara mengakhiri hidupnya gantung diri.

Keterangan Gambar 2 : Pesan Tertulis Asep (58) Sebelum Gantung Diri

“Iya benar ada kejadian tersebut. Korban meninggal diduga karena gantung diri,” katanya, melalui pesan singkat.

Namun untuk lebih jelasnya, Budi menyarankan untuk mengkonfirmasi ke pihak Reskrim Polres Purwakarta.

“Tadi Unit II Polres yang ke TKP, untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Reskrim Polres,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP. Fitran, dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, pada tubuh korban tidak ditemukan unsur kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” terangnya, melalui sambungan seluler miliknya.

Dikatakan Budi, sedangkan untuk Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Desa Raharja Kecamatan Wanayasa.

“Untuk sementara motif melakukan gantung diri itu, diduga karena sakit hati,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (Asep)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *