dutapublik.com, BEKASI – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Siloam. Kondisi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi tersebut mengalami penurunan Saturasi.
Dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr. Sri Eni, pada Minggu (4/7), membenarkan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dirawat di ICU RS Siloam. Selain Trombosit dan Saturasi menurun, tes antigen dan pemeriksaan PCR setelah mendapatkan konfirmasi hasilnya positif.
“Diagnosa awal demam berdarah. Trombositnya turun hasil labnya, demam. Dikira awalnya demam berdarah, terus Dokter cek antigen hasilnya konfirmasi positif garisnya. Kita PCR, PCR-nya kemarin positif, tapi CT-nya sudah mulai naik sudah 34 kemarin itu. Memang kan ada Komorbit riyawat sakit lamanya itu,” katanya saat dikonfirmasi pukul 17.47 WIB.
Dikatakan Eni, meski menjalani perwatan di ruang ICU, kondisi jantung Bupati masih stabil, tekanan darah normal, denyut jantung normal, kondisi makan enak dan tidak ada keluhan.
“Gak ada keluhan penciuman, cuma mual, pusing kemarin. Seperti kesannya demam berdarah saja. Jumat kemarin itu baru muncul batuk,” urainya.
Namun kata Eni, memang khawatir, karena Saturasi (kadar oksigen dalam darah) turun dan perlu penanganan ruang ICU.

“Kami berkoordinasi semuanya ikut turun mensupport, dapatnya (ICU) di RS Siloam. Karena di Kabupaten Bekasi penuh semua. Dari kemarin kita cari Rumah Sakit yang ada ICU, karena Bapak ada Komorbit, sampai tadi pagi dapat informasi RS Siloam bisa ICU-nya,” ujarnya.
Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan ini, jam 11.00 WIB atau 11.30 WIB Bupati di jemput menggunakan Ambulance RS Siloam. Saat dibawa dari RS Permata di kawasan Jababeka ke RS Siloam, Bupati Eka dalam kondisi stabil. Eni pun sempat berbincang dengan Eka karena sempat masuk ke dalam.
“Saya gak ikut Ambulance, saya di RS. Permata mensupport supaya koordinasinya lancar. di dalam Ambulance ada Tim Dokter dari RS. Siloam,” katanya.
Ditegaskan Eni, Bupati bukan isolasi mandiri, karena menurutnya, Bupati membutuhkan perawatan. Dia tidak bisa memprediksi sampai kapan Bupati Bekasi dirawat di Rumah Sakit. Dirinya meminta agar sama-sama mendoakan Bupati cepat membaik dan diberikan kesembuhan.
“Itu kan di ruang perawatan Rumah Sakit, bukan isolasi. Kalau isolasi mandiri kan mampu bergerak. Saya gak bisa prediksi sampai kapan. Doakan supaya cepat membaik kondisinya. Minta doanya untuk Bapak Bupati,” pungkasnya. (SS)





