Dituduh Cabul, Ustad Abas: Jika Merasa Jadi Korban Silahkan Polisikan Saya

1112

dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Sebelumnya beredar berita heboh yang datang dari Desa Margalaksana Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat tentang adanya Tindak Asusila pencabulan dan penipuan terhadap puluhan wanita muda yang dilakukan oleh seorang Ustad bernama Abas Lutfi di salah satu media online, kini mendapat tanggapan dari terduga pelaku tersebut.

Kepada awak media dutapublik.com,  pada Jumat (17/12) Abas menegaskan kalau dirinya bukanlah pelaku yang dituduhkan dalam pemberitaan itu.

“Semua itu, saya tidak pernah merasa melakukannya, baik itu menipu dan saya tidak pernah begini begitu sebagaimana yang dituduhkan,” ujarnya.

Pria paruh baya itupun mengharap kalau memang ada yang menjadi korban dari perbuatan yang dituduhkannya, segera melaporkan ke pihak Aparat Penegak Hukum dan dirinya siap untuk mempertanggungjawabkannya.

Keterangan Gambar 2: Kades Margalaksana H. Asep Saepudin

“Saya minta tolong bersihkan nama saya dan kalau emang benar ada, puluhan atau satu korban yang bisa membuktikan saya penipu, laporkan saya,” tegasnya.

Sementara itu, H. Asep Saepudin, selaku Kepala Desa Margalaksana, ketika dikonfirmasi media dutapublik.com terkait kebenaran berita tersebut, dirinya merasa kaget akan adanya pemberitaan tersebut.

“Saya merasa kaget karena melihat pemberitaan di salah satu media tentang Ustad atau Dukun Cabul yang jadi masyarakat saya,” terangnya.

Ia menyampaikan, seandainya hal itu benar terjadi di wilayah Desa Margalaksana, maka Ia berharap agar ada tindakan hukum yang jelas. Karena dengan adanya pemberitaan tersebut ditakutkan ada keresahan warga seandainya tidak ada suatu kejelasan.

“Kalau memang benar, silahkan diproses secara hukum dan kalau memang benar pelakunya itu adalah warga kami, silahkan dan saya sangat mendukung,” tukasnya.

Keterangan Gambar 3: Kapolsek Cipeundeuy Iptu Tedi Yana Toyyibah

Di tempat terpisah, Kapolsek Cipeundeuy Iptu Tedi Yana Toyyibah ketika dihubungi media dutapublik.com melalui sambungan telpon membenarkan adanya berita pencabulan tersebut. Namun sayang belum ada satupun korban yang melaporkan tindak pencabulan itu ke kantor Kepolisian.

“Yang jelas sampai saat ini belum ada laporan yang masuk. Terkait informasi tersebut sudah kami terjunkan anggota ke lapangan. Untuk hasilnya, saya belum bisa memastikan, karena ini baru dugaan korban, sehingga kami belum mengambil langkah selanjutnya, karena diduga korban tersebut belum membuat laporan ke kami,” jelasnya.

Ia berpesan untuk disampaikan kepada masyarakat kalau ada yang merasa dirugikan atau dianggap jadi korban untuk segera melaporkan supaya pihaknya segera bisa menindaklanjuti.

“Intinya mohon dibantu juga sampaikan ke masyarakat, kalau ada yang merasa dirugikan atau yang dianggap menjadi korban untuk segera melaporkan, agar kami bisa menindaklanjutinya,” pungkasnya. (Abdoel)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *