DPRD Karawang Desak Pemkab Lakukan Penanggulangan Abrasi

214

dutapublik.com, KARAWANG – Pipik Taufik Ismail selaku Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, mengangkat isu abrasi di wilayah pesisir pantai Utara Karawang. Ia mendesak Pemkab Karawang untuk segera mengambil tindakan penanggulangan abrasi yang menyebabkan hilangnya ratusan hektar daratan serta permukiman warga.

“Saya meminta Pemkab Karawang sebagai pemerhati Karawang, juga para aktifis, ormas, dan media. Coba kampanyekan penanggulangan abrasi Karawang yang semakin parah ini,” ujarnya (20/3/2024).

Dalam beberapa tahun terakhir, abrasi secara rutin melanda masyarakat di sekitar Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang. Selain itu, desa-desa lainnya yang terletak di sepanjang bibir pantai pesisir utara Karawang juga ikut terkena abrasi.

“Hampir 8 km pesisir utara Karawang habis terkena abrasi. Ratusan, ribuan hektar tambak hilang, apakah tidak ada upaya perbaikan? Ini bencana nyata, dampak sudah sangat terasa, perkampungan hilang, dan mata pencaharian hilang,” jelasnya.

Ia mendorong Pemkab Karawang untuk mengambil tindakan nyata dalam mengatasi abrasi. Pemkab juga perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampaknya secara serius.

“Bikin Focus Group Discussion atau FGD, antara Bupati, DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, dan Bapeda. Buat pengajuan dan cari solusinya,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga mendorong Pemkab Karawang untuk secara konsisten menanggulangi dan mencegah abrasi di wilayah pesisir utara Karawang. Hal ini karena adanya peluang besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penduduk setempat melalui upaya tersebut.

“Penanggulangan abrasi bisa dilakukan dengan menanam serta memelihara pohon mangrove. Hal ini dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Karena masyarakat dapat mengembangkan budi daya mangrove. Dalam membuat turap juga bisa menggunakan ban bekas dengan kombinasi bambu. Sehingga, kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud,” tutupnya. (Uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *