Duta Publik

Giat Baksos PWB Bersama ACT, Salurkan Nasi Kotak Untuk ODGJ Yayasan Al Fajar Berseri

310

dutapublik.com – BEKASI Sebagai bentuk kepedulian sesama manusia Paguyuban Wartawan Bekasi (PWB), bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan bantuan makan pada Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), di Yayasan Al Fajar Berseri yang berada di Kp. Pulo RT. 04 RW. 37 Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (10/4).

Hadir dalam acara bakti sosial kemanusiaan tersebut, Ketua PWB Sardi beserta pengurus, Lince General Manager ACT Kabupaten Bekasi beserta pengurusnya, artis ibukota serta rombongan.

Saat di wawancarai, Linceu yang akrab di sapa Teh Linceu menuturkan, bahwa pihaknya dalam kegiatan tersebut menyediakan 600 kotak nasi. dan mengajak kepada pihak yang lain untuk ikut bantu menyumbang untuk membangun 8 kamar, yang saat ini sedang dibutuhkan oleh yayasan Al Fajar Berseri.

“ACT datang hanya membawa 600 kotak nasi untuk makan siang, padahal jauh dari itu masih banyak sekali yang di butukan yayasan Al Fajar Berseri, salah satunya saat ini sedang membutuhkan 8 kamar untuk para Lansia dan ODGJ. Maka, mari kita bantu bersama-sama membangun 8 kamar tersebut melalui rekening ACT 880 880 2249,” ajaknya.

Sementara itu ketua PWB Sardi mengutarakan,” kegiatan bakti kemanusiaan yang laksanakan PWB bersama (ACT) sebagai bentuk keperdulian terhadap sesama manusia.

“Walaupun mereka dalam keadaan ODGJ alias kurang waras, dia juga bagian dari manusia yang diciptakan oleh Allah. Tentunya butuh perhatian dari kita yang waras.

Sardi menambahkan, kegiatan PWB bersama ACT yang memberikan makan siang pada ODGJ ini, agar dapat mengetuk hati para dermawan, supaya mereka mau perduli untuk menyisihkan sebagian hartanya demi kelangsungan hidup manusia.

“Saya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya Dinas Sosial, agar dapat meningkatkan perhatiannya kepada yayasan Al Fajar Berseri yang mengurus ODGJ. Bila perlu, Pemerintah Kabupaten Bekasi membuat tempat penampungan atau tempat merawat ODGJ sebab di luar masih banyak ODGJ yang berkeliaran,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Marsan Susanto pengurus Yayasan Al Fajar, di ruang kerjanya kepada awak media menceritakan sejarah berdirinya Yayasan Al Fajar Berseri, berawal dirinya waktu dulu menjadi Sopir Andong.

“Awal mulanya saya mengurus Orang Dalam Gangguan Jiwa, bermula waktu masih menjadi Sopir Andong melihat orang ODGJ yang sedang makan di pinggir jalan. Makan makanan yang gak layak di makan oleh manusia, nasi basi dan sudah di kerumuni lalat.”

“Pada hari pertama lihat, saya biasa aja gak kepikiran apa-apa. Nah pada hari kedua, hati saya mulai tersentuh dan sedih,” tuturnya.

Setelah melihat ODJG dijalanan, kata H. Marsan, akhirnya Ia membawa ODJG tersebut ke rumahnya, untuk dirawat semestinya.

“Setelah pulang narik Andong, di rumah, saya kepikiran terus dan akhirnya keesokan harinya orang kurang waras itu saya bawa pulang dan saya urus. Walaupun pada waktu itu kondisi ekonomi saya juga masih dalam keadaan kurang baik.”

“Seiring dengan berjalannya waktu, orang kurang waras yang saya urus itu waras dan dapat bekerja layaknya orang biasa. Seterusnya berdasarkan pengalaman dan keberhasilan ini saya membawa lagi orang kurang waras yang lain dan saya urusin lagi,” bebernya.

Hingga saat ini, tambah H. Marsani, sudah ada 436 ODJG yang sedang diurus dan dirawat di yayasan yang sedang dikelolanya.

“Sampai sekarang pada tahun 2021 sudah ada 436 pasien. Dalam mengurus orang yang kurang waras ini banyak suka duka nya. Dari mulai di anggap kayak orang gak waras juga, berurusan sama yang berwajib karena ODGJ yang saya urus keluar ngamuk dan ngerusak rumah warga. Mungkin kalau saya ceritakan, semua tidak selesai dua hari,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, Ia mengucapkan rasa terima kasih kepada PWB dan ACT, atas bantuan yang diberikannya.

“Intinya saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah peduli sesama manusia. Khususnya pada Paguyuban Wartawan Bekasi dan Aksi Cepat Tanggap, yang pada hari ini sudah memberikan bantuan makan siang,” ucapnya.

Ia berharap, agar Pemkab Bekasi meningkatkan perhatiannya terhadap yayasan yang Ia kelola.

“Semoga amal ibadah diterima oleh Allah serta kita semua disehatkan badannya, sehingga masih bisa beribadah. Dan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya berharap supaya bantuan dan perhatiannya di tingkatkan sebab yayasan ini masih banyak kebutuhan,” pungkasnya. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!