Hangatnya Perbincangan Soal Pemilihan Gubernur Jateng, Ini Respon Anggota DPR RI Komisi II Riyanta 

608

dutapublik.com, SEMARANG – Percaturan politik di tanah air semakin memanas, berbagai partai politik mempersiapkan kandidat calon pemimpinnya.

Hal di atas tak jadi rahasia lagi dimana para calon pemimpin itu juga ada yang dipinang, bahkan mendatangi sejumlah tokoh-tokoh bangsa dan tokoh agama terkemuka meminta dukungan untuk memilihnya kelak bisa jadi penguasa.

Lalu terkait ini, bisakah yang jadi Gubernur Jawa Tengah nanti adalah pribadi yang cerdas, merakyat, bekerja profesional dan menjauhi tebar pesona dan anti pencitraan?

Berbicara alias ngomong-ngomong tentang percaturan politik di Indonesia, terkait Pemilihan Bupati, Gubernur, Anggota Dewan hingga Presiden, memang terlihat suhunya memanas sebelum tahun politik 2024 dimulai.

Di Jawa Tengah ada Riyanta yang siap maju menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah. Bahkan Riyanta yang dibesarkan melalui gerakan aktivisnya memang tergolong sukses mengantarkannya di kursi parlemen tanpa mahar ataupun biaya materiil seperti anggota anggota DPR pada umumnya.

Bahkan diakui suksesnya ia selama ini salah satunya karena menjalin hubungan akrab dan hormanis dengan para kuli tinta yang notabene adalah wartawan sebagai pahlawan informasi.

Menurut Riyanta, wartawan adalah penjaga dan pengawal konstitusi, wartawan sebagai pencatat baik buruknya penyelenggara negara, baik buruknya perilaku akan dicatat dan ditulis wartawan, maka wartawan wajib jadi sahabat.

Ditanya tentang pencalonan Gubernur Jawa tengah, anggota DPR-RI asal Pati itu tidak menampik jika dirinya siap untuk memimpin Jawa Tengah.

“Yang utama itu rakyat disejahterakan hidupnya, mengenai suksesi kepemimpinan daerah harus memunculkan calon sebanyak mungkin dan wajib merepresentasikan wilayah,” ujarnya, Rabu (18/5) via WhatsApp.

Masih menurut anggota Komisi II DPR-RI yang selalu konsisten dengan mottonya GJL (Gerakan Jalan Lurus), sing salah disalahke sing bener dibenerke – Yang salah disalahkan Yang benar dibenarkan ini menyebutkan para calon pemimpin yang nantinya berkantor di jalan Pahlawan Semarang Jawa Tengah harus  memenuhi standar demokrasi.

“Calon-calon Gubernur Jawa Tengah jangan hanya memunculkan calon dari Solo atau Semarang saja, harus ada yang dari daerah lain, tetapi harus ada calon dari representasi kabupaten atau kota di Jawa Tengah,” terang Riyanta saat dikonfirmasi media ini.

Dia juga berharap pesta demokrasi daerah nanti memunculkan calon-calon gubernur yang berlatar belakang dari akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pengusaha, tokoh wartawan, tokoh LSM serta tokoh advokat dan politisi. (Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *