Hardik Wartawan, Oknum Perawat Rumah Sakit Di Probolinggo Terancam Dipolisikan

668

dutapublik.com, PROBOLINGGO – Buntut perampasan surat tugas salah seorang jurnalis Media Reformasi Aktual (RA) Juprianto oleh oknum perawat RS Rizani nampaknya sangat disesalkan dan dikecam oleh Ikatan Wartawan Probolinggo (IWP).

Sebelumnya, Juprianto dihardik dengan nada kasar oleh oknum perawat rumah sakit, saat Julianto mengunjungi salah seorang kerabatnya yang kebetulan dirawat di rumah sakit tersebut.

Juprianto menuturkan, saat dirinya sedang duduk santai kebetulan ada sebuah teriakan yang berdekatan dengan kamar kerabatnya, sehingga Ia kaget dan kebetulan Ia melihat lewat jendela yang terbuka.

“Saya dibentak-bentak ketika saya mencoba melihat lewat jendela. Saya mencoba merekam atas tindakan perawat tersebut dan saya langsung perkenalkan kalau saya wartawan, sekaligus saya mengeluarkan surat tugas saya.”

“Surat tugas saya dirampas oleh oknum perawat yang sudah membentak saya. Saya coba minta namun tidak diberikan sebelum rekaman yang ada di hp saya dihapus. Saya biarkan saja dan saya langsung pergi dari rumah sakit,” ungkapnya.

Dkatakan Juprianto, tidak berselang lama dari kejadian tersebut, JN yang mengaku teman Oknum Perawat yang merampas surat tugas, menghampiri Julianto.

“Ketika saya di halaman, temannya yang berinisial JN mengejar dan memberikan surat tugas saya, sekaligus memberikan nomer telpon kalau nanti ada sesuatu terkait kejadian tadi, saya bisa langsung menghubunginya dan keesokan harinya dia menghubungi saya lewat pesan WhatsApp untuk menyerahkan file rekaman itu kepadanya,” bebernya.

Di tempat berbeda tim media mencoba menghubungi Ibrahim, selaku ketua Ikatan Wartawan Probolinggo sekaligus perwakilan media Reformasi Aktual, Jawa Timur.

Ia mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan dan cara menghormati tamu yang sedang berkunjung di rumah sakit tersebut dan tidak sepantasnya sikap arogansinya dan perilaku oknum perawat rumah sakit yang tidak professional.

“Seharusnya oknum perawat mampu bersikap santun menghormati profesi setiap orang. Ia malah mengumbar perilaku seenaknya terhadap pengunjung. Saya sangat kecewa atas tindakan oknum perawat RS tersebut.”

“Hal ini sangat memalukan perilaku perawat terhadap seorang jurnalis atau terhadap seorang wartawan. Seharusnya Ia mengerti tentang profesi seorang wartawan, alangkah celakanya apabila perawat yang seharusnya mengedepankan kesantunan menyambut keluarga pasien yang datang justru secara nyata seorang perawat di rumah sakit terkenal di Paiton, Probolinggo, menghina dan merampas surat tugas seorang wartawan,” tuturnya.

Walaupun yang bersangkutan sudah meminta maaf, lanjut Ibrahim, hal teesebut dirasakan belum cukup sampai di situ.

“Kasus ini sudah mencederai dunia pers. Mungkin hukum yang lebih pantas berbicara sebagai bentuk efek jera terhadap siapapun yang melecehkan wartawan,” urainya.

Hingga berita ini dipublikasikan, awak media dutapublik.com sudah berusaha mengklarifikasi kejadian tersebut lewat panggilan dan pesan WhatsApp, namun tidak ada tanggapan dari pihak rumah sakit. (SNR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *