I Gusty Madani Klarifikas Berita Oknum Polwan Polres Sampang Yang Diduga Jadi Beking Kasus Jual Beli Mobil

418

dutapublik.com, SUMENEP – Korban kasus jual beli mobil, I Gusty Madani meminta maaf secara terbuka khususnya kepada Kapolres Sampang atas berita miring terkait anggotanya yang diduga menjadi beking pelaku penipuan jual beli mobil, pada Kamis (31/3).

“Atas nama pribadi, dan keluarga saya meminta maaf atas berita yang sudah ditayangkan oleh rekan-rekan media yang menyebut bahwa oknum Polwan diduga membekingi sindikat jual beli mobil. Saya katakan itu tidak benar dan oknum Polwan tersebut bersih dari keterlibatan kasus ini,” kata I Gusty kepada sejumlah awak media.

Secara ksatria, pria yang berprofesi sebagai pewarta investigasi juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Kapolres Sampang bersama jajarannya.

“Mohon maaf yang sebesar besarnya kepada orang nomor satu di Kepolisian Resor Sampang  AKBP Arman, S.I.K., M.Si., beserta jajarannya atas berita miring yang sudah menyebar luas hingga mengundang kegaduhan,” ucap, I gusty secara terbuka.

Tidak hanya itu, pria berusia 35 tahun yang saat ini berdomisili di Kabupaten Sumenep ini juga mengapresiasi kinerja Polres Sampang karena sudah mendengar keluh kesah dirinya bersama keluarga bahkan memberikan solusi terbaik atas musibah yang menimpa.

“Secara pribadi, kami mengapresiasi kinerja dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Kapolres Sampang AKBP Arman, S.I.K., M.Si., dalam memberikan pemaparan pemahaman dan edukasi terhadap persoalan yang sudah menimpa kami dan keluarga. Sehingga solusi yang diberikan sangat bermanfaat dan memberikan jalan terbaik agar kami tetap di jalur pemikiran rasional dan profesional,” jelasnya.

Tak lupa, Direktur Utama Media Detikzone.net itu pun meminta Kepolisian Resort Sampang agar kekhilafan dan kesalahannya dapat dimaklumi serta dimaafkan dengan lapang dada.

“Sekali lagi, besar harapan kami sekeluarga agar keluarga besar Kepolisian Resort (Polres) Sampang menerima permintaan maaf saya dan keluarga. Sebagai manusia tentu tak luput dari kekhilafan dan kesalahan,” terangnya.

Jujur saja, kata I Gusty melanjutkan, terkait berita viral dengan narasi berita yang berbeda terkait oknum Polwan Sampang yang diduga terlibat kasus jual beli mobil tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian dari rekan-rekan Jurnalis karena saudara se-profesinya kebetulan tertimpa musibah.

“Tentu dengan kejadian yang menimpa saya, banyak berita yang ditayangkan di beberapa media sebagai bentuk dukungan. Namun setelah saya tahu fakta yang sebenarnya, Mbak Ayu Wandira yang berprofesi sebagai Polwan tersebut sama sekali tidak terlibat dalam persoalan ini. Kalau boleh jujur, lanjut I Gusty, setelah saya menggali informasi setelah saya menggali informasi dari beberapa Famili yang ada di Banyuates, Mbak Ayu ini ternyata masih famili saya sendiri.”

“Kebetulan Nenek saya Asli Desa Banyuates dan saya Ponakan Sepupu dari Almarhum H. Adlan tokoh masyarakat di Desa Masaran. Dan sesuai informasi yang didapat oleh keluarga besar saya bahwa Ayu Wandira ini masih Keponakan dari Almarhum Paman (H. Adlan),” bebernya.

Berkenan dengan itu, I Gusty Madani mengungkapkan rasa bersalahnya kepada anggota Polwan Polres Sampang karena sudah menabuh genderang perselisihan dan kesalahpahaman.

“Sekali lagi saya pertegas bahwa terkait pemberitaan dugaan Oknum Polwan jadi beking kasus yang menimpa saya itu tidaklah benar. Bahkan saya berani memastikan keluarga Mbak Ayu adalah keluarga terhormat,” tegasnya.

Terakhir, I Gusty Madani menandaskan bahwa jasa-jasa dari Aparat Penegak Hukum Polres Sampang dalam membedah kasus ini sudah sangat maksimal dan sangat membantu, sehingga membangunkan kesadaran agar nantinya keekstra hati hatian harus dikedepankan ketika melakukan transaksi melalui media online dengan orang yang tidak dikenal.

“Dari kasus ini saya belajar untuk lebih ekstra hati -hati dengan orang yang tidak dikenal,” akunya.

Dengan tegas dan lugas, I Gusty Madani juga memuji perhatian dan atensi dari segenap keluarga besar Polres Sampang, Madura, Jawa Timur.

“Bapak Kapolres Sampang AKBP Arman, S.I.K, M.Si, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Irwan dan Kanit Pidum, Bapak Rendra beserta anggota yang lain bahkan mbak Ayu Wandira sendiri selaku Polwan memberikan nasihat bijak agar nantinya saya bersama keluarga jangan pernah melakukan transaksi melalui media online dan jangan percaya dengan modus jual mobil dengan harga murah.”

“Menjelang bulan Suci Ramadhan ini, dengan kerendahan hati saya mengakui semua kesalahan saya kepada Jajaran Polres Sampang, mohon dimaafkan lahir dan batin,” tuturnya. (King Adie)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *