dutapublik.com, KARAWANG – Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) terdampak Covid-19 IOM (International Organization of Migration) menggandeng Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) menggelar pelatihan berbasis keterampilan dan UMKM bagi Purna dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia, Kamis (25/08).
Melalui kerjasama dengan beberapa kelembagaan lainnya seperti Pijar Indonesia yang sekaligus mengirimkan Rama sebagai pemateri, KKBM melalui H. Ahmad Fanani, Semut Nusantara dan DPMD Jawa Barat.
Setelah 2 Hari lalu pelatihan digelar di Desa Sumurgede, kini giliran 50 Emak-emak mantan TKW dari Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang yang mendapatkan kesempatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kedepannya.
Dalam kurun waktu dua hari, para peserta diajarkan dan dilatih banyak hal, mulai dari bagaimana cara memulai sebuah usaha, hingga ke bidang pemasaran yang efektif, melalui beberapa materi yang disampaikan oleh instruktur yang telah dipersiapkan untuk pelatihan yang yang diselenggarakan pada Tanggal 24 hingga 25 Agustus 2022 di aula Kantor Desa Tegalurung.
Disela pelatihan yang mungkin membuat peserta jenuh akibat dari banyaknya materi yang disampaikan, Rama seorang instruktur muda dari Pijar Indonesia ternyata punya metode yang menyenangkan. Dengan metode games-games hingga jeda untuk berjoget ria dalam sela-sela kegiatan, bisa membangkitkan kembali semangat para peserta yang hampir semuanya dari kalangan emak-emak, juga bisa menjadikan suasana pelatihan lebih hangat, penuh keakraban dan tidak monoton.
Suryati, salah satu peserta pelatihan yang kesehariannya memproduksi penganan jenis leupeut, disela pelatihan saat diwawancara mengungkapkan, bahwa dirinya sangat bahagia, karena bisa mengikuti pelatihan dan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuk dapat diaplikasikan dalam usaha yang selama ini ditekuninya.
“Alhamdulilah ibu bisa dapat ilmu, ibu jadi tau semua dalam pelatihan ini teh, 2 hari ikutan sekolah kaya gini teh. alhamdulilah jadi kaharti sama ibu ilmunya bikin leupeut sama tehnik dagangnya.” ungkapnya dengan logat khas masyarakat pedesaan. (25/08)
Terkait adanya kegiatan tersebut, Kepala Desa Tegalurung Toto Nur Anwari kepada awak media menyampaikan bahwa dirinya berterimakasih dan berharap agar dikemudian hari warganya bisa ada pekerjaan maupun modal.
“Kami selaku Pimpinan pemerintahan Desa Tegalurung, dengan adanya kegiatan pelatihan bagi Purna PMI ini sangat berterimakasih, semoga ada pembekalan bagi mereka, agar dikemudian hari mereka bisa ada pekerjaan ataupun modal untuk kehidupan keseharian warga kami.” ucapnya.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, agar warga kami dapat menambah ilmu dan wawasan, menambah peluang untuk mendapatkan penghasilan, dan dengan adanya pembekalan seperti ini mudah-mudahan kedepannya warga kami bisa lebih kreatif dan produktif.” harapnya. (Radi).


