Jalan Simpang Umbar-Putih Doh Tanggamus Retak dan Ambrol Usai Dibangun, Proyek Rp14 Miliar Diduga Gagal Konstruksi

104

dutapublik.com, TANGGAMUS – Pembangunan ruas jalan Simpang Umbar-Putih Doh di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, yang menelan anggaran mencapai Rp14,8 miliar dari APBD 2025, kini menuai sorotan. Pasalnya, hanya dalam hitungan hari setelah dinyatakan selesai (PHO), kondisi jalan tersebut sudah menunjukkan kerusakan serius, dengan retakan dan ambrol di sisi badan jalan.

Kerusakan itu terlihat jelas saat awak media Dutapublik.com melintas di ruas jalan tersebut pada Jumat (31/10/2025). Dari pantauan di lapangan, sebagian bahu jalan mengalami longsoran, sementara aspal di permukaan jalan mulai pecah dan retak di beberapa titik.

Sejumlah pengguna jalan yang ditemui di lokasi menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai pembangunan jalan yang menelan dana belasan miliar rupiah itu tidak berkualitas dan terkesan dikerjakan asal-asalan.

“Kami awalnya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung karena jalan ini dibangun. Tapi ternyata hasilnya mengecewakan. Sayang sekali uang Rp14 miliar lebih terbuang sia-sia,” ujar salah satu pengendara yang melintas.

Senada dengan itu, seorang aktivis sosial kontrol yang enggan disebut namanya juga menyesalkan kondisi proyek tersebut. Ia menilai pembangunan jalan yang menelan dana fantastis seharusnya dilakukan dengan perencanaan dan pengawasan yang matang agar hasilnya bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

Diketahui, proyek rekonstruksi jalan Simpang Umbar-Putih Doh (Link 045) ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung sebagai pengguna jasa, dengan penyedia jasa PT Bumi Lampung Persada. Nilai kontrak tercatat sebesar Rp14.864.277.000, berdasarkan Nomor Kontrak 01/KTR/PPK-K.12/JLN-045/V.03/III/2025, tertanggal 7 Maret 2025.

Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan Dutapublik.com kepada BO selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, PPK belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi proyek tersebut. (Sarip)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *