dutapublik.com. MAJALENGKA – Kamis (15/5/2025) Sebuah unggahan di media sosial Facebook, tepatnya di grup Info Majalengka, menuai sorotan setelah menampilkan foto yang diduga diambil di ruang kerja Kepala Desa Cinambo, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, disertai tulisan yang dianggap mencemarkan profesi jurnalis.
Unggahan yang dibagikan pada Kamis, 8 Mei 2025, oleh akun anonim tersebut memuat pernyataan:
“Hati-hati, mengaku wartawan suka datang ke instansi pemerintah dan suka meminta uang dengan dalih membantu menutupi kekurangan kinerja instansi.”
Menanggapi hal itu, sejumlah awak media yang merasa dirugikan segera melakukan investigasi untuk menelusuri asal foto dan konteks unggahan tersebut. Diketahui, dalam foto tersebut tampak beberapa wartawan—di antaranya Yeyet dan Ivan—sedang berada di ruang kerja Kepala Desa Cinambo pada Rabu, 7 Mei 2025, pukul 10.00 WIB.
Klarifikasi dan Pernyataan dari Awak Media
Yeyet dan Ivan menyatakan bahwa mereka adalah wartawan resmi dengan identitas dan legalitas yang dapat dibuktikan. Mereka menegaskan bahwa kunjungan ke kantor Desa Cinambo dilakukan dalam rangka kerja jurnalistik dan tidak pernah meminta uang kepada pihak desa.
“Kami datang secara profesional sesuai dengan tugas kami sebagai wartawan. Tidak ada praktik meminta uang sebagaimana yang dituding dalam unggahan tersebut. Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan oleh kami, seharusnya menempuh jalur resmi, bukan langsung memposting di media sosial,” ujar Yeyet.
Pihaknya pun meminta agar akun yang mengunggah konten tersebut bersikap terbuka, menyadari kekeliruannya, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Pertemuan Klarifikasi di Kecamatan Bantarujeg
Sebagai tindak lanjut, pada Rabu, 14 Mei 2025 pukul 16.50 WIB, digelar pertemuan klarifikasi di Kantor Kecamatan Bantarujeg. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Camat Bantarujeg, Kapolsek Bantarujeg beserta jajaran, Kepala Desa Cinambo, Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Bantarujeg, serta sekitar 30 insan pers dari sejumlah organisasi seperti PPWI, FPII, PJI, dan AWI.
Dalam pertemuan itu, Kepala Desa Cinambo, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa foto yang beredar memang diambil olehnya. Ia mengaku hanya mengirimkan foto tersebut kepada Forum Kepala Desa Kecamatan Bantarujeg melalui WhatsApp sebagai pemberitahuan bahwa sedang menerima kunjungan wartawan.
“Saya tidak merasa menyebarkan foto tersebut ke luar forum, apalagi menambahkan tulisan seperti yang ada di postingan Facebook. Saya merasa dirugikan atas kejadian ini, karena sama sekali tidak ada niat menyudutkan pihak manapun,” ungkap Sri Mulyani.
Ia juga menjelaskan bahwa pertemuan dengan wartawan berlangsung singkat karena pada saat itu ada kondisi darurat yang melibatkan warganya dan ia harus segera menghadiri kegiatan di kecamatan. Menurutnya, pertemuan tersebut berjalan baik tanpa ada permasalahan atau pembicaraan soal uang.
Tanggapan Camat dan Langkah Selanjutnya
Camat Bantarujeg, Agus Heriyanto, S.Kep., Ners., meminta seluruh pihak untuk bersikap dewasa dan bijak dalam menyikapi permasalahan ini. Ia juga akan menelusuri lebih lanjut siapa yang pertama kali membocorkan foto ke luar forum.
“Ini menjadi PR bersama. Saya akan berkoordinasi dengan Ketua Forum Kepala Desa dan admin Grup Info Majalengka. Kita jadwalkan pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Tindak Lanjut Terhadap Akun yang Memposting Ulang
Pada Sabtu, 10 Mei 2025, Tim Awak Media melacak akun Facebook bernama Endil Sirindil yang diketahui telah memposting ulang konten tersebut. Dalam konfirmasi, pemilik akun mengaku menyebarkan ulang tanpa maksud tertentu dan telah meminta maaf serta bersedia menghapus unggahannya. Ia juga menyatakan kesediaannya menghadiri pertemuan klarifikasi lanjutan.
Kronologi Singkat:
Rabu, 7 Mei 2025: Awak media melakukan kunjungan ke kantor Desa Cinambo.
Jumat, 9 Mei 2025: Yeyet dan Ivan melakukan klarifikasi awal ke Camat Bantarujeg.
Sabtu, 10 Mei 2025: Akun Endil Sirindil mengakui memposting ulang dan meminta maaf.
Rabu, 14 Mei 2025: Digelar klarifikasi resmi di Kantor Kecamatan Bantarujeg.
Penutup
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keputusan final dari pertemuan klarifikasi. Insan pers berharap permasalahan ini segera menemukan titik terang, serta ada permintaan maaf terbuka dari pihak yang bertanggung jawab agar hubungan baik antara pemerintah desa dan media tetap terjaga. (Ato)


