dutapublik.com, KARAWANG – Laporan masyarakat Desa Lemahkarya Kecamatan Tempuran yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua Rt di desa tersebut kepada dutapublik.com, didapati informasi yang cukup mengejutkan. Pasalnya menurut si Ketua Rt, Kepala Desa Lemahkarya Anita Suryani diduga melakukan kemaksiatan di tengah warga yaitu melakukan kumpul kebo dengan salah satu anggota Polsek Tempuran.
“Pak Pei (anggota Polsek Tempuran) kalau lagi nganjang (ngapel) ke rumah Bu Lurah (Anita) suka sampai subuh. Kalau datang abis Isya, Pak Pei seringnya pulang subuh,” ucap Ketua Rt yang namanya minta disembunyikan kepada dutapublik.
Kata narasumber, kelakuan Kades Lemahkarya dan Anggota Polsek Tempuran tersebut mulai diperhatikan warga sekitar rumah Kades. Banyak warga yang mengadukan masalah ini kepada dirinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena yang melakukan kelakuan yang bertentangan dengan nilai sosial adalah atasannya sendiri.
“Bingung pak, kami sudah sering ditegur warga atas kelakuan Bu Kades. Saya mau menegur Bu Kades juga bingung, karena dia kan atasan saya,” jelasnya.
Sementara itu Staf Desa Lemahkarya, Juhana alias Fery tidak menyanggah tudingan kumpul kebo yang dilakukan oleh Kades Lemahkarya. Fery hanya balik menuding bahwa masalah ini dilaporkan oleh lawan politik semasa Pilkades lalu.
“Oh ya itu mah yang laporan lawan politik, orang mau nikah ya wajar sebelum nikah pendekatan dulu,” ujar Fery.
Masih kata Fery, Kades Lemahkarya dan Anggota Polsek Tempuran memang memiliki kedekatan khusus dan berencana menikah di bulan November ini.
“Keterangan dari Kades sama anggota Polsek mau nikah tanggal 12 November 2021, itu yang saya tau,” sambungnya.
Sementara itu, Kades Lemahkarya, Anita Suryana membantah tudingan bahwa Anggota Polsek Tempuran sering menginap di rumahnya hingga subuh. Ia mengatakan bahwa kendaraan Anggota Polsek Tempuran sering menginap di rumahnya sehingga warga menyangka pemilik kendaraan menginap di rumahnya padahal tidak menginap.
“Mungkin karena kendaraan pembina (Anggota Polsek) sering ada di rumah saya. Jadi orangnya disangka ada di rumah,” ujar Anita.
“Kemarin abis dari Garut, mobil dibawa samaa Pak Pei dibawa ke Garut sama saya, soalnya mobil saya isinya dikit, jadi tuker mobil,” pungkasnya. (uya)





