Kapolres Mandailing Natal Diharapkan Tegas Berantas Narkoba, Kejahatan Lingkungan, dan Sosial

51

dutapublik.com, MADINA – AKBP Bagus Priandy resmi memulai tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mandailing Natal pada Senin (12/1/2026). Ia diharapkan mampu menuntaskan persoalan narkoba, kejahatan lingkungan, serta kejahatan seksual yang dinilai semakin marak di daerah tersebut.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution, menyambut baik pergantian pimpinan di tubuh Korps Bhayangkara Kabupaten Mandailing Natal. Ia berharap kepemimpinan yang baru menunjukkan keseriusan dalam memberantas peredaran narkoba.

“Sebagai pemuda Mandailing, kami siap berkolaborasi apabila aparat kepolisian serius. Persoalan narkoba, PETI, BBM ilegal, perambahan hutan, penggunaan merkuri dan sianida pada tambang emas, serta kerusakan lingkungan akibat perkebunan dan pertambangan sudah sangat mendesak untuk diberantas,” ujar Tan.

Tan juga menyoroti meningkatnya kasus pencurian di Mandailing Natal yang menurutnya berkaitan erat dengan maraknya peredaran narkoba.

“Pencurian kotak amal masjid dan besi kini sering terjadi. Narkoba jenis sabu tidak hanya menyasar masyarakat berduit, tetapi juga kaum miskin. Ini sudah menjadi bencana sosial di daerah ini,” katanya.

Ia menilai lemahnya penindakan terhadap peredaran narkoba turut memperparah kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Tan, tingginya peredaran narkoba juga sejalan dengan maraknya kejahatan lingkungan, khususnya aktivitas pertambangan emas ilegal di daerah aliran sungai (DAS) di Mandailing Natal.

“Di kecamatan-kecamatan yang banyak aktivitas tambang emas, baik di hulu maupun hilir sungai, peredaran narkoba juga tinggi. Dugaan kami selama ini, ada oknum aparat yang justru memfasilitasi, seolah menjadi bisnis sampingan dengan dalih perlindungan,” ungkapnya tanpa menyebutkan pihak tertentu.

Selain itu, Tan juga menyoroti tingginya kerentanan terhadap kejahatan seksual di Mandailing Natal, yang dikenal sebagai daerah dengan julukan kota sejuta santri. Ia menilai keamanan bagi perempuan dan anak-anak masih sangat minim.

Hal tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari keberadaan tempat hiburan malam terselubung yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba, minuman keras, serta praktik prostitusi berkedok pemandu lagu.

“Coba polisi atau BNN melakukan razia ke tempat karaoke dan lapo tuak. Di sana banyak anak-anak di bawah umur yang terpapar narkoba dan miras, bahkan terjerumus ke praktik prostitusi,” tegasnya.

Tan berharap besar agar kepolisian di bawah komando AKBP Bagus Priandy benar-benar hadir di tengah masyarakat dan memberikan rasa aman bagi semua kelompok, khususnya perempuan dan anak-anak yang rentan menjadi korban kejahatan seksual dan sosial.

Ia juga mengajak Pemerintah Daerah, DPRD, MUI Mandailing Natal, tokoh adat, ulama, pemuda, mahasiswa, LSM, insan pers, serta tokoh pesantren untuk bersatu menyuarakan dan mendukung pemberantasan narkoba serta kejahatan lingkungan dan sosial di Mandailing Natal. (S.N)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *