dutapublik.com, TANGGAMUS – Momen Hari Raya Idul Fitri 1443 H, menjadi momen terindah bagi sanak keluarga yang pulang dari rantauan untuk melepaskan rindur pada keluarga di kampung halaman. mengingat di dua hari raya Idul fitri sebelumnya ada larangan dari pemerintah untuk mudik karena COVID-19.
Pantai Bakhu dan Pantai Kakhang Bebai adalah pantai yang terletak di Kecamatan Kelumbayan, dua tempat wisata ini menawarkan panorama pemandangan dan suasana yang benar-benar alami, hamparan pasir putih dan juga bebatuan hitam serta karang yang tersusun rapi, serta rindangnya pepohonan di sepanjang bibir pantai membuat pengunjung betah berlama lama di pinggir pantai dengan terpaan angin yang menambah kesejukan alam sekitar.
Angka kunjungan wisatawan di wilayah Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus pada libur Lebaran Idul Fitri tahun 2022 ini mengalami peningkatan cukup drastis, juga di setiap objek wisata yang ada di Kecamatan Kelubayan semua dipadati pengunjung baik lokal maupun dari luar daerah.
Onen warga Kelumbayan mengatakan, pada H+1 hingga H+3 Lebaran Idul Fitri 2022 ini, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kelumbayan mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibanding dengan tahun sebelumnya saat pandemi COVID-19.
Selain pemandangan yang masih asli karena belum dikelola, baik dari Pemerintah Pekon (Desa) ataupun kelompok, pengunjung benar-benar bisa menikmati keasrian pantai yang alami.
Karena pantai Bakhu dan Pantai Kakhang Bebai berada di Dusun Pentai harapan Pekon Penyandingan yang mayoritas penduduknya nelayan, dengan hasil tangkapan ikan yang tergolong melimpah, semakin memanjakan pengunjung yang datang. Di lokasi pantai, para pengunjung bisa membeli hasil tangkapan ikan yang masih segar untuk dibakar di sepanjang bibir pantai.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu meningkat hingga dua kali lipat. Jika dipersentasekan mencapai 50-70 persen,” ungkap Onen, pada Rabu (4/5).
Selain Onen, juga salah satu pengunjung asal Kecamatan Kelumbayan Barat Safri mengaku, ia bersama rombongan memang rutin setiap liburan mengunjungi pantai yang ada di Kelumbayan, karena keindahan pantai dan juga ramahnya warga setempat.
Safri menuturkan, selain pemandangan yang indah juga momen bakar ikan di pinggir pantai adalah salah satu alasan yang membuat pantai Kelumbayan menjadi salah satu tempat favorit untuk berwisata.
“Saya sudah berulang ulang ke sini Mas, selain pemamdangannya yang benar-benar alami dan juga warganya baik-baik,” ujarnya.
Yang paling menarik, kata Safri, adalah karena berwisata di lokasi tersebut bisa membeli ikan langsung dari Nelayan.
“Dan langsung kita bakar dan sudah menjadi kebiasaan kami, kami sengaja membawa bekal nasi dari rumah untuk makan-makan di pinggir pantai dengan ikan bakar hasil olahan sendiri,” katanya.
Bukan hanya Onen dan Safri, Liona, pengujung asal Bandar Lampung juga mengatakan, sebenarnya tempat wisata khususnya pantai yang ada di Kecamatan Kelumbayan ini sudah tidak asing lagi di telinga warga Bandar Lampung, bahkan sudah sekala Nasional.
“Salah satu yang sudah sangat terkenal adalah wisata Teluk Kiluan dan wisata Gigi Hiu. Karena di dua tempat wisata tersebut saya sudah dua kali mengunjunginya. Namun yang sangat disayangkan, akses jalan untuk menuju kesini yang membuat kami lelah duluan sebelum berangkat,” jelasnya sambil tertawa.
Menurut Liona, seandainya jalan akses untuk menuju wisata wisata yang ada di Kelumbyan didukung dengan infrastruktur seperti jalan yang bagus, dirinya yakin wisata di Kelumbayan akan sanga menjanjikan, apalagi wisata yang namanya sudah mendunia seperti Teluk Kiluan Dan wisata Gigi Hiu.
“Saya merasa puas dengan pemandangan keaslian pantai yang ada di Kelumbayan, juga keramahan warga setempat dengan pungujung yang dari luar daerah yang berkunjung, juga merasa nyaman dan tidak merasa khawatir.
“Namun saya sangat menyayangkan kondisi jalannya sudah rusak parah,” katanya.
Meskipun harus melintasi jalan harus untuk menuju Kelumbayan tergolong sulit, kondisi jalan banyaknya lobang dan kubangan lumpur, namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat para pengunjung untuk berwisata di pantai yang ada di Kecamatan Kelumbayan. (Sarip)





