dutapublik.com, MADINA – Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal, Teguh W Hasahatan Nasution, mengecam keras para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah Siulang Aling, khususnya di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis.
“Kita sangat menyayangkan masih adanya aktivitas PETI di daerah Siulang Aling, terutama di Desa Ranto Panjang,” ujar Teguh kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/11).
Anggota DPRD Mandailing Natal itu menegaskan bahwa wilayah Siulang Aling merupakan daerah rawan banjir bandang. Ia mengingatkan bahwa beberapa tahun lalu, daerah tersebut pernah mengalami banjir besar yang menenggelamkan empat desa. Salah satu penyebabnya diduga karena penggundulan hutan.
“Sekarang ditambah lagi dengan kegiatan PETI yang merusak kualitas air dan menyebabkan pendangkalan sungai akibat material lumpur yang dialirkan ke Sungai Batang Gadis,” ungkapnya.
Teguh meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas. Siapa pun yang terlibat dalam aktivitas PETI harus diusut tuntas tanpa terkecuali. Menurutnya, akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut, ekosistem hutan dan sungai terancam rusak.
Terkait dugaan pembabatan kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) oleh oknum pelaku PETI, Teguh menegaskan bahwa hal itu juga harus diusut. “Jelas ada undang-undang kehutanan yang mengatur dan memberikan sanksi pidana terhadap pelaku perusakan kawasan hutan,” tegasnya.
Ia juga berharap pihak pengelola TNBG segera mengungkap siapa pelaku pengrusakan kawasan tersebut. “Berdasarkan pemberitaan baru-baru ini, pihak TNBG memperkirakan luas kawasan yang dibabat mencapai sekitar 5 hingga 7 hektare,” bebernya. (S.N)





