Kodam XIII/Merdeka Siaga di Wilayah Terdampak Gempa Laut Sulu Filipina

154

dutapublik.com, SULUT – Kodam XIII/Merdeka memastikan seluruh satuan di jajarannya berada dalam kondisi siaga, menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 di perairan Laut Sulu, Filipina bagian selatan, pada Jumat (10/10) pukul 09.50 WITA.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7.34 LU – 126.87 BT, atau sekitar 287 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 56 kilometer.

Gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Papua bagian utara.

Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel Lalawi, menyampaikan bahwa sejak informasi gempa diterima, Kodam XIII/Merdeka langsung melakukan pengecekan ke satuan komando kewilayahan, khususnya Kodim 1312/Talaud dan koramil jajaran, untuk memastikan kondisi masyarakat serta kesiapsiagaan prajurit di lapangan.

“Kodam XIII/Merdeka melalui Kodim 1312/Talaud telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan aparat kepolisian setempat untuk memantau situasi serta mengantisipasi potensi dampak gempa dan tsunami,” ujar Kolonel Daniel Lalawi.

Laporan dari Kodim 1312/Talaud menyebutkan bahwa getaran gempa dirasakan cukup kuat di hampir seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Aktivitas masyarakat masih berlangsung normal, namun pemerintah daerah telah mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi kawasan pantai apabila terjadi kenaikan gelombang laut.

Lebih lanjut, Kolonel Daniel menegaskan bahwa prajurit TNI di wilayah perbatasan, terutama para Babinsa, terus dikerahkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta mengikuti instruksi pemerintah daerah.

Kodam XIII/Merdeka juga menyatakan kesiapan penuh untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana, termasuk evakuasi dan distribusi logistik apabila diperlukan.

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan tanggap terhadap setiap potensi bencana alam di wilayah perbatasan dan kepulauan, seperti Talaud dan Sangihe.(Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *