Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Workshop PPCP HIV 2025 Untuk Perkuat Pencegahan Penyakit Menular

96

dutapublik.com, PEKANBARU – Dalam upaya mendukung program nasional pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai mengikuti kegiatan Workshop Public-Private-Community Partnership (PPCP) HIV Kota Pekanbaru, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Dokter Lapas dr. Friska Sitinjak beserta staf Klinik Lapas Narkotika Rumbai.

Penularan HIV melalui hubungan heteroseksual merupakan jalur transmisi yang paling umum terjadi. Pada tahun 2020, Technical Review Panel Global Fund (GF TRP) memberikan rekomendasi kepada Indonesia untuk lebih intensif melibatkan sektor swasta, sebagaimana keberhasilan program penanggulangan tuberkulosis (TBC).

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Kesehatan mengembangkan konsep jejaring layanan HIV di fasilitas kesehatan publik dan swasta yang disebut Public-Private-Community Partnership (PPCP).
PPCP merupakan pendekatan komprehensif dan sistematis untuk melibatkan seluruh penyedia layanan kesehatan baik pemerintah, swasta, maupun komunitas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV di tingkat kabupaten/kota.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menurunkan risiko penularan serta mencegah komplikasi berat akibat HIV di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, menyampaikan komitmennya terhadap pencegahan penyakit menular tersebut.
“Dengan keikutsertaan tenaga medis Lapas Narkotika Rumbai dalam workshop ini, kami berharap langkah ini dapat memperkuat upaya pencegahan penyebaran HIV dan penyakit menular lainnya di dalam lapas. Semoga kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan warga binaan,” ujarnya. (NH)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *