Mahasiswa IMA Madina STAIN Desak Transparansi Dugaan Aliran Dana PETI di Mandailing Natal

73

 

dutapublik.com, MADINA – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menjadi sorotan publik. Kegiatan yang diduga menggunakan alat berat jenis ekskavator tersebut disebut-sebut memunculkan indikasi baru terkait dugaan keterlibatan oknum aparat.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut adanya dugaan aliran dana yang disebut sebagai “uang keamanan” atau “uang payung” dalam aktivitas PETI tersebut. Dugaan ini muncul berdasarkan keterangan sejumlah warga serta dokumentasi lapangan yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, organisasi mahasiswa yang tergabung dalam IMA Madina STAIN Mandailing Natal berencana menggelar aksi demonstrasi guna menuntut transparansi serta penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan.

Ketua IMA Madina STAIN Mandailing Natal, Hasnul Habib Rangkuti, menyampaikan bahwa dugaan keterlibatan oknum aparat menjadi salah satu alasan sulitnya penertiban aktivitas ilegal tersebut.

“Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat indikasi keterlibatan oknum aparat yang diduga berperan dalam aktivitas tersebut. Karena itu, kami meminta penegak hukum menelusuri kebenaran informasi ini secara transparan dan profesional,” ujarnya.

Ia juga meminta agar DPRD Mandailing Natal menjalankan fungsi pengawasan secara optimal serta mendorong aparat penegak hukum, termasuk institusi terkait, untuk melakukan penyelidikan sesuai kewenangan yang berlaku.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi yang akan digelar bertujuan mendorong keterbukaan informasi dan penegakan hukum tanpa tebang pilih. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan aparat berwenang memberikan klarifikasi resmi guna menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam tuntutan mahasiswa. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *