dutapublik.com, KARAWANG – Haul Makam Syekh Quro ke-164, menginjak kepada malam puncak peringatan. Dalam runtutan acaranya, pada Sabtu (18/3) malam, dilangsungkan pagelaran seni budaya wayang golek dengan Dalang Yoga Swara Sunandar S., dari Giri Harja III, yang juga merupakan putra dari Alm. Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya, Bandung.
Pagelaran seni budaya wayang golek sendiri pada Haul Makam Syekh Quro, merupakan tradisi turun temurun dari para leluhur masyarakat setempat yang terus dipertahankan hingga saat ini. Jadi, pementasan seni budaya wayang golek akan terus mengisi runtutan acara dalam setiap memperingati Haul Makam Syekh Quro.
Hal itu yang disampaikan oleh H. Dirta, selaku ketua panitia Haul Makam Syekh Quro ke-164.
“Alhamdulillah pagelaran seni budaya wayang golek dalam rangka peringatan Haul Makam Syekh Quro bisa terlaksana pada tahun ini. Karena, kurang lebih 2 tahun ke belakang, Haul Makam Syekh Quro tidak bisa dilaksanakan secara maksimal, mengingat adanya pandemi Covid-19 saat itu,” ujarnya kepada media dutapublik.com, saat di lokasi.

Keterangan Gambar 2: Masyarakat Saat Menyaksikan Pagelaran Seni Budaya Wayang Golek
Sementara, Ade Caman, selaku Juru Pelihara (Jupel) situs budaya Makam Syekh Quro tingkat Kabupaten Karawang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait yang sudah membantu terlaksananya Haul Makam Syekh Quro.
“Terselenggaranya acara Haul Makam Syekh Quro ke-164 ini bukan hasil kerja panitia semata, tetapi keberhasilan acara ini adalah hasil kerja sama semua pihak yang terkait. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada panitia, pihak terkait yang sudah ikut membantu, dan masyarakat yang sudah membantu pelaksanaan Haul Makam Syekh Quro ini,” ucapnya.
Diketahui, Syekh Qurotul ‘Ain atau Syekh Quro yang memiliki nama asli yaitu Syekh Hasanudin, datang ke negara Indonesia khususnya ke tanah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk menyebarkan ajaran agama Islam, menurut sejarah, yaitu pada tahun 1418 silam.
Keberadaan Makam Syekh Quro sendiri, baru diketemukan pada tahun 1859 oleh Raden Soemaredja atau Ayah Djiin. Untuk memperingati diketemukannya Makam Syekh Quro, para sesepuh dan masyarakat setempat secara rutin setiap tahunnya mengadakan acara Haul ditemukannya Makam Syekh Quro, hingga saat ini. (N. Wirasasmita)





