Mempawah Ukir Sejarah: Aksi Damai, Polisi Humanis, Inspirasi Nasional!

371

dutapublik.com, MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT- Sebuah pemandangan langka tersaji di Mempawah pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Mempawah menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Mempawah, bukan dengan amarah dan konfrontasi, melainkan dengan damai dan dialog. Lebih dari itu, aksi ini menjadi oase di tengah maraknya aksi represif di daerah lain, sekaligus menobatkan Polres Mempawah sebagai teladan kepolisian humanis.

Herman Habibullah, motor penggerak aksi ini, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Di tengah berita buruk tentang kekerasan polisi, Mempawah membuktikan bahwa demonstrasi bisa berjalan damai jika ada kemauan baik dari kedua belah pihak,” ungkapnya dengan mata berbinar. “Kami datang bukan untuk mencari ribut, tapi untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan bermartabat.”

Sembilan tuntutan menjadi inti dari aksi ini, disuarakan lantang oleh tiga orator muda: Ima Muslim, Hafit, dan Yusril Khofi Alwi. Tuntutan-tuntutan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu nasional, sekaligus harapan akan perbaikan kinerja kepolisian:

1. Hentikan Kekerasan! Mengutuk segala bentuk tindakan represif aparat kepolisian terhadap demonstran.
2. Kapolri Harus Bertanggung Jawab! Menuntut pertanggungjawaban Kapolri atas tragedi pembunuhan Affan.
3. Adili Pembunuh Affan! Mendesak pengadilan yang adil bagi pelaku pembunuhan Affan.
4. Evaluasi Polres Pontianak! Menuntut evaluasi terhadap tindakan Polres Kota Pontianak dalam mengamankan aksi di DPRD Kalbar.
5. Transparansi dan Akuntabilitas! Meminta Polres Mempawah untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan.
6. Reformasi Protap! Mendesak reformasi protap pengamanan demonstrasi agar lebih humanis dan menghargai hak asasi manusia.
7. Bebaskan Tahanan Politik! Menuntut pembebasan demonstran yang ditahan karena menyuarakan aspirasi.
8. Lindungi Hak Pelajar! Meminta aparat kepolisian untuk melindungi hak pelajar dalam menyampaikan pendapat.
9. Polisi Sahabat Rakyat! Mengajak seluruh anggota Polri untuk menjadi sahabat rakyat, bukan musuh rakyat.

Hafit dalam orasinya berpesan, “Polisi bukan alat kekuasaan, tapi pelayan masyarakat. Jadilah polisi yang dicintai, bukan ditakuti!” Yusril Khofi Alwi menambahkan, “Suara pelajar adalah suara perubahan. Jangan biarkan kami dibungkam!”

Namun, sorotan utama dalam aksi ini adalah apresiasi yang tulus kepada Polres Mempawah. Herman Habibullah dengan lantang menyatakan, “Kami datang dengan membawa tuntutan, tapi kami pulang dengan membawa harapan. Polres Mempawah telah menunjukkan bahwa polisi bisa menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Ini adalah contoh yang harus ditiru oleh seluruh kepolisian di Indonesia!”

Aksi damai di Mempawah ini bukan sekadar demonstrasi biasa. Ini adalah simbol harapan, simbol perubahan, dan simbol bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Semoga semangat Mempawah ini menginspirasi seluruh Indonesia! ( Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *