Mendag Dan Wabup Madina Pantau Harga Bapok Di Pasar Panyabungan

359

dutapublik.com, MADINA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, memantau pergerakan harga bahan-bahan pokok (Bapok) di pasar tradisional Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Selasa (8/11).

Pemantauan harga bapok ini menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hasilnya, harga bapok di Madina masih relatif normal, kecuali harga beras jenis medium yang masih di kisaran Rp. 11.000, per kilogram.

Saat meninjau pasar tradisional, Zulhas didampingi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution. Menteri yang juga Ketua Umum DPP PAN ini langsung menanyai pedagang dan membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk memastikan harga riil di pasar.

Zulhas menegaskan, walau Pasar Panyabungan jauh dari pusat kota Provinsi Sumatera Utara, harga bahan pokok masih relatif stabil. Harga-harga sembako di daerah sama dengan harga kebutuhan pokok di kota-kota besar seperti Pulau Jawa.

Seperti harga minyak goreng kemasan Rp. 14.000, per liter, cabai merah Rp. 30.000, per kilogram, bawang merah Rp. 30.000, per kilogram, dan ayam potong di kisaran Rp. 33.000, sampai Rp. 35.000, per kilogramnya.

Namun, masih ada harga kebutuhan pokok yang masih naik seperti beras untuk kualitas medium dijual pedagang seharga Rp. 11.000, per kilogram, seharusnya harga normal Rp. 9.000, per kilogram.

“Saya akan berkoordinasi langsung ke Kantor Bulog agar harga ini secepatnya distabilkan menjelang Nataru,” kata Zulkifli. 

Selain itu, harga olahan kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp. 14.000,  per kilogram.

Untuk menstabilkan harga kacang kedelai, pemerintah pusat telah mengimpor kacang kedelai sebanyak 350.000, ton dari Amerika Serikat.

“Impor kacang kedelai ini diharapkan dapat membuat harga di pasaran menurun hingga Rp. 10.000, per kilogram,” katanya. (S.T). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *