Misteri Peremajaan Dua Ekor Sapi Pejantan Di Kelompok Tani Sekar Tanjung Sisakan Banyak Tanda Tanya

176

dutapublik com, TANGGAMUS –– Misteri dua sapi pejantan yang berasal dari bantuan pemerintah yang dikelola oleh Kelompok Tani Sekar Tanjung, Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung masih menyisakan banyak tanya dan akan terus ditelusuri.

Sebelumnya Ketua Kelompok Tani Sekar Tanjung Sunaryo mengaku kalau sapi pejantan karena sudah tua lalu dilakukan peremajaan dengan cara dijual dan diganti yang lebih muda, namun fakta di lapangan berbanding terbalik, sapi pejantan yang diklaim peremajaan tersebut adalah anak dari indukan sapi bantuan yang dikelola oleh anggota kelompok itu sendiri.

Yang lebih miris lagi, berdasarkan pengakuan saudara Misdi, bahwa hasil penjualan sapi pejantan ia hanya diberi uang ganti bensin mencari rumput, jika dihitung dari harga penjualan nilai tersebut sangat tidak sebanding.

Beberapa waktu lalu awak media dutapublik pun telah mengkonfirmasi saudara Dedi terkait sapi pejantan, saat ditanya terkait peremajaan ia berdalih sepanjang untuk kebaikan kelompok dianggap sah sah saja. “Untuk biaya IB diambil dari kelompok, jadi setoran 30% itu kegunaannya untuk kami dinas ketika mereka datang dan suntik IB diambil dari kelompok,” ungkap Dedi.

Keterangan yang disampaikan Dedi berbanding terbalik atas apa yang disampaikan oleh saudara Sapei saat dikonfirmasi di kediamannya pada Sabtu (1/2/2025).

Sapei mengatakan kalau untuk memberikan keterangan mewakili dinas ia tidak ada kewenangan karena sudah pensiun. “Dan tugas saya hanya tukang suntik, kalau PMK itu sifatnya saya membatu dinas, tapi kalau IB itu permintaan dari petani dan yang bayar juga petani,” ujar Sapei.

Kemudian bantuan sapi yang ada di Pekon Tanjung Anom itu hibah kelompok, ada aturan dari kelompok. “Dan saya gak tau aturannya seperti apa, karena hibah kelompok maka kelompok tersebut yang mengelola,” jelasnya.

Saat disinggung terkait laporan administrasi kelompok ke dinas, Sapei mengungkapkan itu sifatnya internal kelompok jadi ia mengaku tidak tahu. Juga karena sapi tersebut sifatnya hibah sehingga tidak ada laporan ke dinas.

“Lalu kalau masalah sapi pejantan, kembali lagi itu bukan ranah saya silahkan tanyakan saja ketua kelompok beliaulah yang lebih paham,” pungkasnya.

Untuk membuka misteri bantuan sapi di Kelompok Tani Sekar Tanjung Pekon Tanjung Anom, awak media dutapublik akan gandeng lembaga supaya ada kejelasan dan tak menutup kemungkinan lembaga akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *